Media Pendidikan – 26 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Provinsi Otonomi Khusus Jeju, Oh Young-hun, menandatangani nota kesepahaman kerja sama sister city pada Sabtu, 25 April 2026, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul. Upacara tersebut menandai langkah strategis untuk memperkuat posisi Jakarta di panggung internasional melalui kolaborasi lintas sektor.
Kerja sama yang diresmikan mencakup enam bidang utama: pariwisata, energi terbarukan, ekonomi, pertanian, perikanan, serta inovasi teknologi. Kedua pihak menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan, pertukaran teknologi bersih, dan pengembangan usaha bersama yang dapat meningkatkan daya saing kedua wilayah.
Detail Kesepakatan
Dalam dokumen MoU, Jakarta dan Jeju bersepakat untuk meluncurkan program pertukaran pelajar dan tenaga ahli, memperluas jaringan transportasi udara, serta mengadakan pameran bersama yang menonjolkan produk pertanian dan perikanan masing-masing. Selain itu, proyek percontohan energi surya dan angin di kawasan pinggiran Jakarta akan mendapatkan dukungan teknis dari Jeju, yang dikenal sebagai pelopor energi hijau di Korea Selatan.
Pramono Anung menegaskan pentingnya kolaborasi ini dengan mengatakan, “Jeju merupakan mitra strategis, terutama dalam pengembangan pariwisata dan energi berkelanjutan. Kami ingin kerja sama ini memberikan dampak konkret bagi masyarakat di kedua wilayah.” Ia menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Jakarta masuk dalam 50 kota global terkemuka pada tahun 2030.
Gubernur Oh Young-hun menanggapi dengan optimismenya, menyatakan bahwa Jeju siap berbagi pengalaman dalam manajemen destinasi wisata berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan. Ia menekankan bahwa pertukaran pengetahuan akan meningkatkan kualitas layanan publik dan membuka peluang investasi baru.
Implikasi Ekonomi dan Sosial
Selain manfaat ekonomi, program pertukaran budaya dijadwalkan melibatkan lebih dari 500 seniman, mahasiswa, dan profesional dari kedua wilayah. Kegiatan ini diharapkan memperkaya pemahaman lintas budaya serta memperkuat ikatan sosial antara masyarakat Jakarta dan Jeju.
Langkah selanjutnya meliputi pembentukan tim koordinasi gabungan yang akan memonitor pelaksanaan proyek, serta penyusunan timeline terperinci untuk setiap bidang kerja sama. Kedua gubernur berjanji akan melaporkan progres secara berkala dalam forum internasional terkait pembangunan berkelanjutan.
Dengan landasan kesepakatan yang kuat, kerja sama sister city antara Jakarta dan Jeju diproyeksikan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia untuk memperluas jaringan global mereka.


Komentar