Hiburan
Beranda » Berita » Sheryl Sheinafia Ikut HYROX Jakarta, Sempat Kesulitan di Station Ini

Sheryl Sheinafia Ikut HYROX Jakarta, Sempat Kesulitan di Station Ini

Sheryl Sheinafia Ikut HYROX Jakarta, Sempat Kesulitan di Station Ini
Sheryl Sheinafia Ikut HYROX Jakarta, Sempat Kesulitan di Station Ini

Media Pendidikan – 29 Juni 2026 | Pada Minggu (28/6/2026), kompetisi olahraga fitness HYROX digelar di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dengan diikuti sekitar 11.500 peserta dari berbagai negara. Sheryl Sheinafia, seorang musisi Indonesia, berpartisipasi dalam kategori Doubles Women dengan menjadi bagian dari tim HYROX Puma. Ini merupakan debut Sheryl dalam kompetisi fitness race ini.

Sheryl menyatakan bahwa kompetisi ini mengajarkan hal-hal penting soal komunikasi. Ia beruntung karena partner-nya adalah sahabatnya sendiri yang sangat membantunya terus maju dan tidak menyerah.

Baca juga:

Sheryl juga mengatakan bahwa pelajaran berharga yang ia dapatkan dari kompetisi HYROX adalah untuk mempercayai kemampuan dan hasil latihan sendiri. Meskipun banyak yang memberikan peringatan untuk selalu waspada, Sheryl memilih untuk mendengarkan sinyal tubuh sendiri dan mempercayai hasil latihan selama ini.

Sheryl dan partner-nya, Karin, sukses menjadi finisher dengan total waktu mencapai 1 jam 22 menit. Namun, meski berhasil finish strong dan menyelesaikan race dengan baik, bukan berarti perjuangannya mudah. Sheryl mengatakan bahwa ia menemui beberapa tantangan, salah satunya adalah ketika sesi lari. Ia harus ekstra hati-hati untuk menghindari cedera dan tertabrak orang.

Baca juga:

Tantangan bagi Sheryl tidak berhenti di lari. Menurutnya, ada satu station yang paling menantang, yaitu Wall Ball. Ini merupakan workout station terakhir sebelum mencapai garis finish. Di station ini, para atlet harus melakukan squat dan melempar bola besar seberat 4 kg ke arah atas. Bola harus menyentuh titik khusus agar lemparannya tercatat sebagai satu poin.

Sheryl mengungkapkan bahwa Wall Ball adalah station yang paling sulit baginya. Ia tidak menyangka bahwa bola yang dia lempar justru menangkap di bagian tengah, bukan di titiknya. Selain itu, ia juga kurang squat. Padahal, ia merasa itu station ‘aku banget’ karena dulu ia bermain basket.

Baca juga:

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *