Nasional
Beranda » Berita » Seskab Teddy Temui Kapolri dan Buruh di Monas Jelang May Day 2026

Seskab Teddy Temui Kapolri dan Buruh di Monas Jelang May Day 2026

Seskab Teddy Temui Kapolri dan Buruh di Monas Jelang May Day 2026
Seskab Teddy Temui Kapolri dan Buruh di Monas Jelang May Day 2026

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima undangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk berdiskusi dengan perwakilan federasi buruh yang baru tiba di ibu kota. Pertemuan berlangsung pada pukul 21.00 WIB di posko terpadu kawasan Monas, menjelang perayaan Hari Buruh Nasional pada 1 Mei 2026.

Kedatangan Teddy ke Monas menandai koordinasi lintas lembaga antara aparat keamanan, pemerintah, dan serikat pekerja. Dalam dialog yang berlangsung hangat, para buruh menyampaikan aspirasi utama mereka, antara lain peningkatan upah minimum, jaminan keselamatan kerja, serta perlindungan hak-hak pekerja migran. Diskusi ini menjadi bagian dari persiapan acara May Day yang diproyeksikan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

Presiden Prabowo direncanakan hadir secara langsung di Monas pada 1 Mei untuk menyapa ribuan buruh yang akan berkumpul dalam aksi damai. Pemilihan lokasi Monas, bukan GBK, dipaparkan oleh Andi Gani, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Ia menyatakan, “Monas itu pilihan kami sendiri. Presiden ingin dekat dengan buruh. Beliau bersalam‑salaman,” menambahkan bahwa arena GBK memiliki batas pagar yang menghalangi interaksi langsung.

Kapolri Listyo Sigit menegaskan pentingnya dialog terbuka antara penegak hukum dan serikat pekerja. Ia menuturkan, “Keamanan harus menjadi pendukung, bukan penghalang, bagi hak-hak buruh yang sah. Kami siap memberikan fasilitas dan pengamanan maksimal selama May Day.”

Baca juga:

Kegiatan tersebut juga menyoroti fakta bahwa lebih dari 15 federasi buruh nasional telah bergabung dalam koalisi persiapan May Day, mencakup sektor industri, pertanian, dan layanan publik. Jumlah total peserta yang diperkirakan hadir di Monas mencapai 50.000 orang, dengan harapan pemerintah dapat menanggapi tuntutan kolektif secara konkret.

Selain membahas isu upah, para delegasi menyoroti pentingnya pelatihan keselamatan kerja di pabrik‑pabrik serta perlindungan sosial bagi pekerja informal. “Kami membutuhkan regulasi yang lebih tegas mengenai standar keselamatan dan mekanisme penyelesaian perselisihan kerja,” ujar salah satu perwakilan serikat pekerja dalam rapat.

Baca juga:

Dialog yang berlangsung selama lebih dari satu jam diakhiri dengan foto bersama antara Teddy, Kapolri, dan para pemimpin serikat. Kesepakatan awal mencakup pembentukan posko koordinasi harian hingga hari aksi, serta penetapan agenda pertemuan lanjutan antara pemerintah dan serikat pekerja pada minggu pertama Mei.

Dengan latar belakang persiapan May Day yang semakin dekat, kehadiran Seskab Teddy di Monas diharapkan memperkuat sinergi antara aparat keamanan, eksekutif, dan dunia kerja, sehingga peringatan Hari Buruh 2026 dapat berlangsung damai, terorganisir, dan memberikan dampak kebijakan yang berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *