Media Pendidikan – 10 Mei 2026 | Sekolah-sekolah negeri di Surakarta, Solo, diprediksi akan kekurangan sekitar 350 guru untuk tingkat SD dan SMP pada tahun 2027. Kekurangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk larangan bagi guru non-ASN untuk mengajar dan pensiunnya ratusan guru yang telah mengabdi di sekolah-sekolah kota tersebut.
Situasi ini diperburuk oleh kebijakan yang melarang guru non-ASN untuk mengajar di sekolah-sekolah negeri. Kebijakan ini membuat sekolah-sekolah kesulitan mencari guru pengganti karena keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia.
“Kita memang menghadapi tantangan besar dalam mencari guru pengganti, terutama karena kebijakan yang melarang guru non-ASN untuk mengajar,” kata salah satu pejabat pendidikan di Solo.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota Solo berencana untuk merekrut guru-guru baru dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Namun, proses ini memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar.
Oleh karena itu, sekolah-sekolah negeri di Solo harus segera mencari solusi untuk mengatasi kekurangan guru ini. Jika tidak, kualitas pendidikan di kota tersebut dapat terganggu dan mempengaruhi masa depan siswa-siswanya.


Komentar