Media Pendidikan – 30 Juni 2026 | Bhayangkara adalah pasukan elite Majapahit yang telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Nama Bhayangkara memiliki asal usul yang menarik, yang terkait dengan peran mereka sebagai penjaga keamanan dan keadilan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah Bhayangkara dan HUT Polri, serta mengungkapkan makna belakang nama Bhayangkara.
Pasukan Bhayangkara berasal dari zaman Majapahit, yang merupakan sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di Jawa Timur. Nama Bhayangkara sendiri diambil dari kata “bhaya” yang berarti “takut” dan “angkara” yang berarti “tindakan”. Jadi, Bhayangkara dapat diartikan sebagai “penjaga keamanan” atau “penjaga keadilan”.
Sejarah Bhayangkara dimulai pada abad ke-14, ketika Majapahit masih berdiri sebagai sebuah kerajaan yang kuat. Pada saat itu, Bhayangkara bertindak sebagai penjaga keamanan dan keadilan, serta membantu mempertahankan kekuasaan Majapahit. Setelah Majapahit runtuh, Bhayangkara tetap bertahan sebagai sebuah pasukan elite yang berkomitmen untuk mempertahankan keamanan dan keadilan.
Pada tahun 1946, Bhayangkara resmi menjadi bagian dari Polri, yaitu lembaga keamanan dan keadilan yang berada di bawah pemerintahan Republik Indonesia. Sejak itu, Bhayangkara telah menjadi salah satu pasukan elite Polri yang paling dipercaya dan berpengaruh.
Hari Ulang Tahun (HUT) Polri diperingati setiap tanggal 1 Juli, yang juga merupakan hari lahir Bhayangkara. Pada hari ini, Polri mengadakan upacara peringatan dan kegiatan lainnya untuk memperingati sejarah Bhayangkara dan HUT Polri.
Sejarah Bhayangkara dan HUT Polri merupakan bukti nyata dari komitmen Polri untuk mempertahankan keamanan dan keadilan di Indonesia. Dengan demikian, kita dapat menghargai peran Bhayangkara sebagai penjaga keamanan dan keadilan, serta mengingatkan makna belakang nama Bhayangkara.


Komentar