Media Pendidikan – 30 Juni 2026 | Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti ketimpangan dalam penyaluran subsidi dan kompensasi listrik yang terjadi selama ini. Menurutnya, ada gap jauh antara penyaluran subsidi dan yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat.
Said Abdullah mengatakan bahwa ketimpangan ini dapat dilihat dari jumlah subsidi yang diberikan kepada masyarakat. Menurut data, subsidi listrik yang diberikan kepada masyarakat hanya sekitar 10% dari total biaya listrik.
“Saya melihat ada gap jauh antara penyaluran subsidi dan yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat memerlukan subsidi yang lebih besar untuk dapat membayar tagihan listrik mereka,” kata Said Abdullah dalam sebuah kesempatan.
Said Abdullah juga mengatakan bahwa ketimpangan ini dapat dilihat dari biaya listrik yang dikenakan kepada masyarakat. Menurutnya, biaya listrik yang dikenakan kepada masyarakat sangat tinggi dan tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.
Said Abdullah mengajukan beberapa solusi untuk mengatasi ketimpangan ini. Salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan subsidi listrik yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, Said Abdullah juga mengusulkan untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi listrik.
“Kita harus meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi listrik. Kita juga harus meningkatkan subsidi listrik yang diberikan kepada masyarakat,” kata Said Abdullah.
Said Abdullah juga mengatakan bahwa pemerintah harus lebih transparan dalam mengalokasikan anggaran subsidi listrik. Menurutnya, anggaran subsidi listrik yang dialokasikan oleh pemerintah sangat tidak transparan dan tidak akuntabel.
“Kita harus lebih transparan dalam mengalokasikan anggaran subsidi listrik. Kita harus memastikan bahwa anggaran tersebut digunakan dengan efektif dan efisien,” kata Said Abdullah.


Komentar