Media Pendidikan – 20 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung resmi memutuskan penangguhan sementara layanan Kereta Api Siliwangi yang menghubungkan Cipatat, Cianjur, dan Sukabumi. Keputusan ini diambil setelah ditemukan adanya gogosan, atau rel yang mengalami keretakan serius, pada bagian jalur yang dilalui rute tersebut.
Penghentian layanan diumumkan pada Senin (20 April 2026) dan dijadwalkan berlangsung selama minimal tiga hari, sambil menunggu tim teknis melakukan inspeksi menyeluruh serta perbaikan. Selama periode ini, KAI menyarankan penumpang untuk menggunakan alternatif transportasi darat, seperti bus atau travel, yang telah dijadwalkan khusus untuk menutup kekosongan layanan kereta.
Rute KA Siliwangi, yang melayani sekitar 1.200 penumpang per hari, menjadi salah satu jalur penting di wilayah Jawa Barat, menghubungkan daerah agraris dengan pusat ekonomi di Bandung. Sejak peluncurannya pada 2016, rute ini telah mempermudah mobilitas warga serta mendukung sektor pariwisata lokal, terutama pada akhir pekan.
Data KAI menunjukkan bahwa rata-rata kepadatan penumpang pada jam sibuk mencapai 80 persen kapasitas kereta. Dengan penangguhan layanan, diperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan tiket sebesar Rp 2,5 miliar selama tiga hari pertama, sekaligus menambah beban pada jaringan transportasi darat yang sudah padat.
Tim pemeliharaan KAI telah menyiapkan peralatan khusus untuk memperbaiki gogosan, termasuk penggunaan balok baja dan pengelasan lanjutan. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu antara dua hingga empat hari kerja, tergantung pada cuaca dan tingkat kerusakan. Selama periode ini, jalur akan ditutup untuk lalu lintas kereta, namun tetap dibuka untuk layanan inspeksi rutin.
Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran terkait keterbatasan alternatif transportasi. “Saya biasanya naik kereta Siliwangi ke Bandung setiap hari kerja. Sekarang harus mencari bus yang tidak selalu tepat waktunya,” kata Rina, seorang pelajar asal Cianjur. Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyiapkan layanan bus tambahan dengan kapasitas 50 kursi tiap dua jam untuk mengurangi tekanan pada rute alternatif.
Selain itu, KAI berjanji akan memberikan kompensasi berupa voucher perjalanan kepada penumpang yang tiketnya dibatalkan akibat penangguhan. Voucher tersebut dapat dipakai pada layanan kereta KAI lain selama tiga bulan ke depan.
Penghentian sementara ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya inspeksi berkala pada jaringan rel kereta api, terutama di wilayah dengan intensitas penggunaan tinggi. KAI berkomitmen meningkatkan frekuensi pengecekan serta investasi pada teknologi deteksi dini untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Jika perbaikan selesai tepat waktu, layanan KA Siliwangi diharapkan kembali beroperasi pada akhir minggu depan, dengan jadwal yang sama seperti sebelumnya. KAI akan mengumumkan tanggal pasti pemulihan layanan melalui situs resmi dan media sosial.


Komentar