Ekonomi
Beranda » Berita » Rupiah Melemah di Penutupan Hari Ini, Tercatat Rp17.326

Rupiah Melemah di Penutupan Hari Ini, Tercatat Rp17.326

Rupiah Melemah di Penutupan Hari Ini, Tercatat Rp17.326
Rupiah Melemah di Penutupan Hari Ini, Tercatat Rp17.326

Media Pendidikan – 29 April 2026 | Jakarta, 29 April 2026 – Rupiah melemah di penutupan pasar sore ini, tercatat pada level Rp17.326 per dolar Amerika Serikat. Penurunan ini menandai penurunan 83 poin atau 0,48 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.243.

Seorang analis senior di lembaga riset keuangan menambahkan, “Rupiah melemah 83 poin atau 0,48 persen karena sentimen risiko global yang masih tinggi dan arus keluar modal yang meningkat,” sambil menekankan bahwa volatilitas ini dipicu oleh kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat serta ketidakpastian geopolitik. Ia juga mencatat bahwa pergerakan serupa pernah terjadi pada bulan Maret lalu ketika dolar menguat lebih dari 1 persen terhadap mayoritas mata uang emerging market.

Baca juga:

Faktor eksternal menjadi pendorong utama pergerakan nilai tukar. Penguatan dolar AS, yang dipicu oleh data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve, menambah tekanan pada rupiah. Di samping itu, pasar komoditas mengalami penurunan harga minyak mentah, yang mengurangi aliran devisa masuk ke Indonesia, mengingat negara ini merupakan eksportir bersih minyak.

Di dalam negeri, depresiasi rupiah dapat berimplikasi pada harga barang impor, terutama bahan baku industri dan kebutuhan konsumen. Badan Pusat Statistik memperkirakan bahwa kenaikan nilai tukar dapat menambah tekanan inflasi konsumen sebesar 0,2 poin persentase dalam tiga bulan ke depan. Sektor manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor berpotensi menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi margin keuntungan perusahaan.

Baca juga:

Pemerintah bersama Bank Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk kemungkinan intervensi di pasar valuta asing bila tekanan berlanjut. Menteri Keuangan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan fiskal yang prudent, sementara Bank Indonesia terus memantau likuiditas dan cadangan devisa yang saat ini berada pada level aman.

Ke depan, para pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter berikutnya serta perkembangan situasi geopolitik yang dapat menambah atau meredakan tekanan pada rupiah. Untuk saat ini, penutupan pada level Rp17.326 menjadi acuan utama dalam menilai tren nilai tukar ke hari-hari mendatang, dengan fokus pada dinamika dolar dan aliran modal asing.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *