Nasional
Beranda » Berita » Rismon Klaim Video AI Tuduh JK dalam Kasus Ijazah Jokowi, Buru Pembuatnya

Rismon Klaim Video AI Tuduh JK dalam Kasus Ijazah Jokowi, Buru Pembuatnya

Rismon Klaim Video AI Tuduh JK dalam Kasus Ijazah Jokowi, Buru Pembuatnya
Rismon Klaim Video AI Tuduh JK dalam Kasus Ijazah Jokowi, Buru Pembuatnya

Media Pendidikan – 22 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Aktivis politik Rismon Sianipar mengklaim bahwa video viral yang menuduh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan Rp5 miliar kepada Roy Suryo untuk memperkarakan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan rekayasa kecerdasan buatan (AI). Rismon menegaskan akan melacak siapa pembuat video tersebut dan mengusutnya secara hukum.

Video yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial menampilkan narasi bahwa JK menyuap Roy Suryo dengan dana besar demi menodai kredibilitas pendidikan Jokowi. Klaim ini muncul di tengah serangkaian isu terkait keabsahan ijazah sang presiden, yang telah menjadi bahan perdebatan politik sejak awal tahun ini.

Baca juga:

Ia juga menyebutkan bahwa AI dapat memanipulasi suara dan gambar secara realistis, sehingga publik perlu lebih kritis dalam menilai konten digital. “Teknologi deepfake semakin canggih, dan jika tidak ada verifikasi yang tepat, informasi palsu dapat menyebar cepat,” tambahnya.

Kasus ini melibatkan tiga tokoh utama: JK, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Roy Suryo, serta Presiden Jokowi. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa JK menyalurkan dana sebesar Rp5 miliar kepada Roy Suryo. Namun, tidak ada bukti konkret yang mendukung tuduhan tersebut, selain video yang kini dipertanyakan keasliannya.</n

Baca juga:

Sejumlah pakar teknologi di Indonesia mengonfirmasi bahwa pembuatan video deepfake memerlukan data suara dan gambar yang cukup banyak, serta algoritma AI yang kompleks. “Jika video tersebut benar‑benar hasil AI, maka pembuatnya pasti memiliki akses ke arsip suara dan penampilan ketiga tokoh itu,” kata Dr. Andi Prasetyo, dosen ilmu komputer Universitas Indonesia.

Polisi telah diminta untuk menyelidiki sumber video. Rismon menegaskan bahwa ia akan membantu pihak berwajib dengan menyediakan semua informasi yang dimilikinya, termasuk jejak digital yang dapat mengarah pada pembuat konten tersebut. “Kami tidak akan tinggal diam ketika ada upaya pencemaran nama baik melalui teknologi yang menyalahgunakan AI,” tegasnya.

Baca juga:

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak JK atau Roy Suryo terkait tuduhan tersebut. Sementara itu, tim komunikasi Istana Merdeka menolak semua spekulasi yang belum terverifikasi, menekankan bahwa Presiden Jokowi selalu mengandalkan kredensial pendidikan yang sah.

Perkembangan ini menambah dimensi baru dalam dinamika politik Indonesia, di mana teknologi AI dapat menjadi alat propaganda maupun pertahanan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan akhir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *