Media Pendidikan – 26 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan, dengan tingkat impor hanya sekitar 5 persen dari total kebutuhan konsumen untuk sebelas komoditas strategis.
Kepala Bapanas, Dr. Hadi Susanto, menyampaikan pencapaian tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantor pusat Bapanas, menegaskan bahwa upaya peningkatan produksi dalam negeri serta kebijakan dukungan pemerintah berperan penting dalam menurunkan ketergantungan pada pasar internasional.
Sepuluh dari sebelas komoditas yang dimaksud meliputi beras, gandum, jagung, kedelai, minyak sawit, gula, daging ayam, susu, telur, dan cabai. Hanya satu komoditas, yaitu kedelai, masih menunjukkan angka impor yang relatif lebih tinggi, namun tetap berada di bawah 5 persen dari total konsumsi nasional.
“Kami bangga bahwa Indonesia kini dapat mengandalkan produksi dalam negeri untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan pangan strategis,” kata Dr. Hadi Susanto. “Angka impor yang hanya 5 persen mencerminkan efektivitas program peningkatan produktivitas petani, investasi pada teknologi pertanian, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.”
Data Bapanas memperlihatkan bahwa total produksi beras mencapai 36,5 juta ton, meningkat 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi jagung naik menjadi 15,2 juta ton, sedangkan produksi kedelai domestik mencapai 2,1 juta ton, cukup untuk menutupi 96 persen kebutuhan dalam negeri. Impor kedelai pada tahun ini tercatat hanya 0,8 juta ton, setara dengan 5 persen dari total konsumsi.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, menurunkan defisit perdagangan, dan memberikan stabilitas harga bagi konsumen. Pemerintah berencana melanjutkan program subsidi pupuk, penyediaan bibit unggul, serta pengembangan infrastruktur irigasi untuk menjaga tren positif ini.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa pencapaian swasembada pangan akan menjadi poin penting dalam agenda reformasi struktural, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas global. Mereka juga mengingatkan pentingnya diversifikasi sumber pangan serta peningkatan kualitas produk agar Indonesia dapat bersaing di pasar ekspor.
Dengan fondasi yang kini kuat, Bapanas menargetkan untuk menurunkan angka impor menjadi kurang dari 3 persen pada akhir 2027, sekaligus menambah daftar komoditas yang berhasil dicapai swasembada.


Komentar