Media Pendidikan – 20 April 2026 | Kota Bandung – Pada hari ini, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung, Hilman Majid, resmi dilantik sebagai pimpinan kepengurusan periode 2026–2030. Upacara pelantikan yang digelar di Balai Kota Bandung menandai dimulainya rangkaian inisiatif baru, termasuk peluncuran Program 100 Hari yang ditujukan memperkuat ekosistem olahraga rekreasi di wilayah ibu kota Jawa Barat.
Hilman Majid menegaskan bahwa pelantikan kali ini tidak sekadar bersifat seremonial. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya komitmen nyata dari seluruh anggota KORMI untuk menyalurkan energi dan sumber daya ke dalam program jangka pendek yang terukur. “Pelantikan kepengurusan periode 2026–2030 bukan sekadar seremonial,” tegasnya, menambah bahwa keberhasilan program akan sangat bergantung pada partisipasi aktif komunitas, pemerintah daerah, serta sponsor swasta.
Program 100 Hari yang diumumkan mencakup serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tiga fase utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada fase persiapan, KORMI akan melakukan pemetaan fasilitas olahraga yang ada di Bandung, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, serta menggalang dukungan logistik. Fase pelaksanaan mencakup penyelenggaraan turnamen amatir, klinik kebugaran gratis, serta kampanye edukasi mengenai pentingnya gaya hidup sehat. Sementara fase evaluasi akan mengumpulkan data partisipasi, mengukur dampak sosial, dan menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Target utama program ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik minimal 20 persen dibandingkan periode sebelumnya, serta menambah jumlah fasilitas olahraga yang dapat diakses publik sebesar 15 persen selama 100 hari pertama. Data pendukung menunjukkan bahwa Bandung memiliki lebih dari 200 lapangan olahraga terbuka, namun hanya sebagian kecil yang terpakai secara optimal. Dengan mengoptimalkan penggunaan ruang publik, KORMI berharap dapat mengurangi kesenjangan akses dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Selain itu, Hilman Majid menyoroti kerja sama strategis dengan Dinas Pemuda dan Olahraga serta lembaga swasta yang bergerak di bidang kesehatan. “Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi, karena keberhasilan program bergantung pada kolaborasi lintas sektor,” ujar Majid. Ia menambahkan bahwa KORMI akan menyediakan pelatihan bagi pelatih lokal, memperkenalkan standar keamanan dalam penyelenggaraan acara, serta membuka peluang beasiswa bagi atlet muda berbakat.
Pelantikan kepengurusan baru ini juga menandai perubahan struktur organisasi KORMI Bandung. Terdapat penambahan posisi koordinator program, manajer relasi publik, serta tim riset dan pengembangan yang akan memantau tren olahraga nasional dan internasional. Struktur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan setiap inisiatif memiliki jalur akuntabilitas yang jelas.
Secara keseluruhan, peluncuran Program 100 Hari diharapkan menjadi momentum bagi Bandung untuk menjadi contoh kota yang memprioritaskan kesehatan warga melalui olahraga rekreasi. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi oleh kota-kota lain di Indonesia, mendukung agenda nasional dalam menurunkan angka obesitas dan penyakit tidak menular.
Kepengurusan baru KORMI Bandung akan terus memantau perkembangan program, dengan laporan evaluasi pertama dijadwalkan pada akhir September 2024. Masyarakat diundang untuk berpartisipasi aktif melalui pendaftaran online, serta menyuarakan kebutuhan dan aspirasi mereka dalam rangka menciptakan lingkungan olahraga yang lebih dinamis.


Komentar