Media Pendidikan – 12 Juni 2026 | Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) Abdul Razak Nasution mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanan berat.
Reformasi jilid II, kata dia, hanyalah sekedar perubahan struktur pemerintahan, sedangkan reformasi pikiran kita lebih mendalam dan mencakup perubahan perilaku dan cara berpikir masyarakat.
Abdul Razak Nasution mencontohkan bahwa reformasi jilid II telah dilakukan pada masa Orde Baru, tapi tidak berhasil mengubah perilaku masyarakat.
Sebaliknya, reformasi pikiran kita dapat membawa perubahan yang lebih substansial dan menghasilkan masyarakat yang lebih baik.
Reformasi pikiran kita, kata dia, harus dimulai dari pendidikan, karena pendidikan adalah kunci untuk mengubah perilaku masyarakat.
Abdul Razak Nasution juga mengatakan bahwa reformasi pikiran kita harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada satu aspek saja.
Reformasi pikiran kita harus melibatkan semua lapisan masyarakat, dari masyarakat biasa hingga para pemimpin.
Abdul Razak Nasution berharap bahwa reformasi pikiran kita dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.


Komentar