Ekonomi
Beranda » Berita » Purbaya Heran 20 Tahun Pendalaman Pasar Modal Masih Belum Optimal

Purbaya Heran 20 Tahun Pendalaman Pasar Modal Masih Belum Optimal

Purbaya Heran 20 Tahun Pendalaman Pasar Modal Masih Belum Optimal
Purbaya Heran 20 Tahun Pendalaman Pasar Modal Masih Belum Optimal

Media Pendidikan – 27 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Pengamat pasar modal, Purbaya, mengekspresikan keheranannya atas hasil pendalaman pasar modal selama dua dekade. Ia menilai meski pemerintah telah meluncurkan program Pintar Reksadana sebagai bagian penting upaya memperluas partisipasi investor, implementasinya belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Program Pintar Reksadana diperkenalkan oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan dan menarik lebih banyak dana ke pasar modal. Selama 20 tahun terakhir, upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses investasi antara kota besar dan daerah terpencil, serta menambah volume dana yang mengalir ke reksadana.

Baca juga:

Analisis Purbaya terhadap Kinerja Program

Purbaya menyoroti bahwa meskipun kebijakan sudah ada, indikator keberhasilan masih jauh dari target. “Saya masih heran mengapa setelah 20 tahun pendalaman pasar modal, hasilnya masih belum optimal,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan bahwa tingkat partisipasi investor ritel masih rendah, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa.

Data resmi yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa jumlah nasabah reksadana meningkat secara bertahap, namun pertumbuhan tahunan rata‑rata berada di bawah 5 persen. Angka tersebut dianggap tidak sebanding dengan potensi pasar yang lebih luas, mengingat total aset yang dikelola oleh reksadana nasional telah mencapai triliunan rupiah.

Baca juga:

Selain itu, Purbaya mencatat bahwa program edukasi yang dilaksanakan masih terkonsentrasi di kota‑kota besar, sehingga belum menjangkau segmen masyarakat yang paling membutuhkan pemahaman tentang investasi. Ia menilai bahwa strategi penyuluhan harus lebih terdesentralisasi, melibatkan lembaga keuangan daerah, dan memanfaatkan platform digital yang dapat diakses secara luas.

Para pengamat lain juga sependapat bahwa kebijakan fiskal dan regulasi yang mendukung inovasi produk reksadana perlu dipercepat. Tanpa dorongan regulatif yang mempermudah peluncuran produk baru, program Pintar Reksadana berisiko stagnan dan tidak mampu menstimulus minat investor baru.

Baca juga:

Menutup analisisnya, Purbaya berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali efektivitas program yang telah berjalan selama dua puluh tahun. Ia menekankan pentingnya pengukuran hasil yang lebih transparan, serta penyesuaian kebijakan yang responsif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *