Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Pramono Ungkap Ikan Sapu‑Sapu Pura‑Pura Lemas Saat Ditangkap, Padahal Sebuah Spesies Invasif

Pramono Ungkap Ikan Sapu‑Sapu Pura‑Pura Lemas Saat Ditangkap, Padahal Sebuah Spesies Invasif

Pramono Ungkap Ikan Sapu‑Sapu Pura‑Pura Lemas Saat Ditangkap, Padahal Sebuah Spesies Invasif
Pramono Ungkap Ikan Sapu‑Sapu Pura‑Pura Lemas Saat Ditangkap, Padahal Sebuah Spesies Invasif

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Pada Minggu (17/04/2026), ahli perikanan Pramono mengungkapkan sebuah perilaku mencurigakan yang dilakukan oleh ikan sapu‑sapu saat berada dalam jaring. Menurutnya, ikan tersebut sering kali meniru keadaan lemas atau tidak berdaya ketika ditangkap, meski pada kenyataannya mereka merupakan spesies invasif yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan.

Pramono menegaskan bahwa strategi berpura‑pura lemas ini merupakan taktik bertahan hidup yang membuat para nelayan sulit membedakan antara ikan yang benar‑benar lemah dan ikan yang masih aktif. “Saat ikan sapu‑sapu terperangkap, mereka akan mengurangi gerakan secara tiba‑tiba, seolah‑olah sudah tidak berdaya,” ujar Pramono dalam wawancara singkat. “Padahal, mereka masih memiliki tenaga untuk melawan, tetapi memilih menipu penangkapnya,” tambahnya.

Baca juga:

Perilaku semacam ini tidak hanya mempersulit proses penangkapan, tetapi juga menambah tantangan dalam upaya pengendalian populasi ikan sapu‑sapu. Spesies ini dikenal luas sebagai invasif karena kemampuannya beradaptasi cepat, menyebar ke berbagai perairan, dan bersaing dengan spesies lokal untuk sumber daya makanan. Keberadaan mereka dapat menurunkan keberagaman hayati serta mengganggu rantai makanan di laut.

Selain penjelasan perilaku, Pramono juga menyoroti pentingnya monitoring populasi ikan sapu‑sapu secara rutin. “Data pemantauan membantu kita melihat seberapa cepat penyebaran mereka dan menentukan titik kritis di mana intervensi harus dilakukan,” kata Pramono. Meskipun tidak ada data kuantitatif yang dipaparkan dalam pernyataan tersebut, ia menekankan perlunya kerja sama antar lembaga penelitian, pemerintah daerah, dan sektor perikanan untuk menciptakan database yang akurat.

Baca juga:

Pengendalian ikan invasif biasanya melibatkan kombinasi antara penangkapan massal, pengaturan zona penangkapan, dan edukasi publik. Pramono berharap bahwa dengan mengungkapkan taktik “pura‑pura lemas”, para pemangku kepentingan dapat memperbaiki metode penangkapan sehingga hasilnya lebih optimal dan dampak negatif terhadap ekosistem dapat diminimalisir.

Ke depan, Pramono berencana melakukan survei lapangan bersama timnya untuk mengamati secara langsung perilaku ikan sapu‑sapu di beberapa daerah pesisir. Hasil observasi diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang lebih tepat dalam mengelola spesies invasif ini.

Baca juga:

Dengan semakin banyaknya laporan tentang perilaku menipu ikan sapu‑sapu, kesadaran publik dan profesional di sektor perikanan diharapkan meningkat. Pengetahuan yang mendalam tentang strategi bertahan hidup spesies ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi penangkapan, tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian ekosistem perairan yang semakin terancam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *