Media Pendidikan – 19 Juni 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6). Pramono mengatakan bahwa Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi akan menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Dan tahun depan kita akan menyelenggarakan acara yang sama dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah," kata Pramono.
Pramono menuturkan bahwa penyelenggaraan Haul Akbar sejalan dengan upaya memperkuat identitas Betawi sebagai budaya utama Jakarta sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
Sejumlah langkah telah dilakukan Pemprov DKI, mulai dari penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat hingga rencana menampilkan 500 ondel-ondel karya desainer ternama pada perayaan 500 tahun Jakarta tahun depan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, mengapresiasi gagasan Pramono. Menurut Cak Imin, haul merupakan tradisi penting untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan para ulama serta habaib yang telah membangun karakter masyarakat sejak sebelum Indonesia merdeka.
"Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan ide ini, Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua," kata Cak Imin.
Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, juga menyampaikan dukungan agar Haul Akbar menjadi agenda tahunan di Jakarta.
Foke menjelaskan bahwa haul merupakan tradisi masyarakat Betawi untuk mengenang para guru, ulama, habaib, dan orang tua yang telah wafat dengan doa, zikir, selawat, pembacaan Yasin, tahlil, serta silaturahmi.
Acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dihadiri oleh umat Islam dan tokoh-tokoh masyarakat Betawi.


Komentar