Media Pendidikan – 12 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyoroti kontribusi penting Indonesia dalam memperluas praktik pencak silat ke negara‑negara tetangga, khususnya Thailand dan Vietnam. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memperkuat hubungan budaya dan olahraga di kawasan Asia Tenggara, menegaskan bahwa warisan bela diri tradisional Indonesia terus berperan sebagai jembatan diplomatik.
Pencak silat, sebagai seni bela diri yang telah menjadi bagian integral dari identitas budaya Indonesia, kini semakin dikenal di luar batas kepulauan. Prabowo menekankan bahwa keberhasilan penyebaran pencak silat di Thailand dan Vietnam bukan sekadar hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja sama berkelanjutan antara lembaga‑lembaga kebudayaan, federasi olahraga, serta dukungan pemerintah Indonesia.
“Indonesia berperan penting dalam pengembangan pencak silat di Thailand dan Vietnam,” ujar Prabowo Subianto. Ia menambahkan bahwa dukungan teknis, pelatihan pelatih, serta pertukaran atlet menjadi faktor kunci yang memperkuat eksistensi pencak silat di kedua negara tersebut.
Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan tim pelatih bersertifikat serta materi ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada teknik dasar, tetapi juga pada nilai‑nilai sportivitas, disiplin, dan penghormatan terhadap tradisi yang menjadi inti pencak silat. Prabowo menekankan bahwa pendekatan holistik ini membantu menciptakan ekosistem pencak silat yang mandiri di Thailand dan Vietnam.
Selain dukungan teknis, Indonesia juga berperan dalam memfasilitasi kompetisi regional yang melibatkan atlet‑atlet dari ketiga negara. Turnamen‑turnamen bersama ini memberikan platform bagi para pesilat untuk mengukur kemampuan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kualitas pertarungan. Prabowo mencatat bahwa partisipasi aktif Thailand dan Vietnam dalam ajang‑ajang tersebut mencerminkan kepercayaan mereka terhadap standar pelatihan Indonesia.
Pengembangan pencak silat di luar negeri juga sejalan dengan agenda diplomasi budaya yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Dengan menonjolkan warisan tradisional sebagai alat soft power, Indonesia berupaya memperkuat posisi negara dalam kerangka kerja ASEAN serta memperluas pengaruh budaya di kawasan. Prabowo menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga medium untuk mempererat ikatan persahabatan antarnegara.
Data terbaru menunjukkan bahwa sejumlah klub pencak silat telah berdiri di Bangkok dan Hanoi, masing‑masing dikelola oleh pelatih asal Indonesia. Keberadaan klub‑klub ini menjadi bukti konkret bahwa upaya transfer pengetahuan telah berbuah nyata di lapangan. Selain itu, program beasiswa pelatihan yang diberikan kepada atlet muda Thailand dan Vietnam membuka peluang generasi baru untuk menguasai teknik‑teknik tradisional sekaligus menyesuaikannya dengan standar kompetisi internasional.
Ke depan, Prabowo mengharapkan peningkatan kolaborasi dalam penyusunan kurikulum bersama, pertukaran pelatih, serta penyelenggaraan seminar regional yang membahas inovasi dalam latihan dan manajemen kompetisi. Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa pencak silat akan terus menjadi simbol persatuan budaya, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pionir dalam pengembangan seni bela diri tradisional di tingkat regional.


Komentar