Media Pendidikan – 15 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris pada Rabu, 15 April 2026, untuk pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Kedatangan beliau disambut dengan upacara resmi yang menampilkan pasukan kehormatan di depan Istana Elysee, menandai momen diplomatik penting antara kedua negara.
Setibanya di Bandara Charles de Gaulle, Prabowo langsung diarahkan ke kendaraan resmi yang menjemputnya di ruang kedatangan. Dari sana, rombongan resmi melanjutkan perjalanan ke istana kepresidenan dengan iringan musik militer dan penghormatan militer tradisional. Upacara penyambutan melibatkan formasi pasukan yang menurunkan bendera Indonesia dan Prancis secara bersamaan, simbol persahabatan dua negara.
“Disambut pasukan kehormatan di Istana Elysee,” ujar salah satu pejabat Kedutaan Besar Indonesia di Paris dalam pernyataan resmi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sambutan tersebut mencerminkan rasa hormat yang tinggi terhadap posisi Presiden Prabowo serta pentingnya hubungan bilateral Indonesia‑Perancis.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam, kedua pemimpin membahas agenda kerja sama di bidang energi terbarukan, perdagangan, serta pendidikan. Data perdagangan bilateral pada tahun 2025 menunjukkan nilai ekspor Indonesia ke Perancis mencapai US$2,3 miliar, sementara impor dari Perancis berjumlah US$1,8 miliar. Kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan volume perdagangan sebesar 15 persen dalam tiga tahun ke depan melalui program investasi bersama.
Selain ekonomi, topik keamanan regional juga menjadi sorotan. Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanggulangan terorisme dan upaya menjaga stabilitas di kawasan Indo‑Pasifik. Macron menanggapi dengan menegaskan komitmen Perancis untuk memperkuat kerjasama militer dan intelijen, termasuk peningkatan pelatihan bersama bagi aparat keamanan.
Upacara penutup dilanjutkan dengan foto bersama di ruang utama Istana Elysee, di mana Presiden Prabowo dan Presiden Macron berpose dengan latar belakang lambang negara masing‑masing. Foto tersebut kemudian dipublikasikan oleh kantor pers kedua kepresidenan, menandai keberhasilan kunjungan diplomatik ini.
Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi pertama Presiden Prabowo ke Perancis sejak terpilih pada 2024. Sebelumnya, hubungan Indonesia‑Perancis telah ditandai oleh pertukaran kunjungan tingkat menteri dan kerja sama dalam bidang budaya serta pariwisata. Kunjungan kali ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi investasi sektor teknologi bersih, mengingat Perancis menempati posisi terdepan dalam inovasi energi hijau di Eropa.
Dengan berakhirnya agenda resmi, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke Indonesia pada hari Jumat, 17 April, untuk melanjutkan rangkaian pertemuan dengan delegasi internasional lainnya. Pemerintah Indonesia menilai bahwa hasil pertemuan dengan Macron akan menjadi landasan bagi penguatan hubungan strategis di masa depan.


Komentar