Media Pendidikan – 27 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (BKRI) pada Senin, 27 April 2026, di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Acara pelantikan berlangsung dalam suasana formal dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi pemerintah, anggota legislatif, serta perwakilan lembaga terkait. Prabowo menegaskan pentingnya peran BKRI dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat, terutama di era pasca‑pandemi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan, “Saya percaya Abdul Kadir Karding akan memimpin Badan Karantina Indonesia dengan integritas dan profesionalisme, serta memperkuat pengawasan karantina di pelabuhan dan perbatasan negara.” Pernyataan ini menegaskan harapan pemerintah terhadap kepemimpinan baru dalam menanggulangi tantangan karantina.
Abdul Kadir Karding, yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat senior di BKRI, memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang karantina dan pengawasan impor. Ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi proses karantina, memperluas kerja sama lintas‑sektor, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam deteksi risiko.
BKRI, yang bertanggung jawab atas pengawasan barang masuk dan keluar, melayani lebih dari 500 titik pemeriksaan di seluruh Indonesia, termasuk pelabuhan laut, bandara, dan pos perbatasan darat. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2025, BKRI berhasil menurunkan tingkat pelanggaran karantina sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi reformasi kebijakan karantina, dengan rencana penyusunan standar operasional baru dan pelatihan intensif bagi petugas lapangan. Pemerintah menargetkan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi karantina hingga 85% pada akhir 2026.
Dengan kepemimpinan Abdul Kadir Karding, Badan Karantina Indonesia diproyeksikan akan memperkuat ketahanan pangan nasional serta melindungi kesehatan publik dari potensi ancaman biologi dan pestisida. Perkembangan selanjutnya akan dipantau oleh media dan publik.


Komentar