Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Dorong MBG Fokus pada Anak Kurang Gizi, Pengamat Nilai Bisa Hentikan Pemborosan Anggaran

Prabowo Dorong MBG Fokus pada Anak Kurang Gizi, Pengamat Nilai Bisa Hentikan Pemborosan Anggaran

Prabowo Dorong MBG Fokus pada Anak Kurang Gizi, Pengamat Nilai Bisa Hentikan Pemborosan Anggaran
Prabowo Dorong MBG Fokus pada Anak Kurang Gizi, Pengamat Nilai Bisa Hentikan Pemborosan Anggaran

Media Pendidikan – 16 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali keinginan untuk memusatkan program Makanan Bergizi (MBG) pada segmen anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka meninjau efektivitas alokasi anggaran dan memastikan tujuan utama program tercapai.

Program MBG, yang diluncurkan sejak beberapa tahun lalu, bertujuan menyediakan pangan bergizi bagi keluarga berpendapatan rendah. Namun, selama pelaksanaan, muncul pertanyaan mengenai efisiensi penggunaan dana, terutama bila bantuan tidak tepat sasaran. Menanggapi hal ini, Prabowo menyatakan bahwa penekanan pada anak kurang gizi akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil dan mengurangi potensi pemborosan.

Baca juga:

Seorang pengamat kebijakan sosial menanggapi usulan tersebut dengan optimisme. Ia mengatakan, “Jika MBG difokuskan pada anak kurang gizi, kita dapat mengurangi pemborosan anggaran dan memperkuat dampak program sesuai dengan tujuan awalnya.” Pendapat ini menegaskan bahwa penyesuaian target dapat meningkatkan rasio manfaat per rupiah yang dikeluarkan pemerintah.

Pengamat tersebut juga menyoroti bahwa data terkini menunjukkan persentase anak-anak dengan status gizi buruk masih berada di atas target nasional. Dengan mengarahkan sumber daya secara lebih terarah, diharapkan angka tersebut dapat turun secara signifikan tanpa menambah beban fiskal.

Selain itu, penekanan pada kelompok paling rentan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Selama ini, kritik publik sering kali menyoroti ketidaksesuaian antara dana yang dianggarkan dan hasil yang dirasakan di lapangan. Fokus yang lebih jelas pada anak kurang gizi dapat menjadi bukti komitmen nyata dalam menanggulangi masalah gizi buruk.

Baca juga:

Namun, pengamat juga mengingatkan bahwa perubahan fokus memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Tanpa sinergi yang kuat, risiko duplikasi program atau kebocoran dana tetap ada.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi MBG. Evaluasi tersebut akan mencakup pemetaan wilayah dengan prevalensi gizi buruk tertinggi, serta penyesuaian kriteria penerima manfaat.

Langkah ini sejalan dengan agenda reformasi kebijakan sosial yang digencarkan oleh pemerintahan saat ini, yang menitikberatkan pada akuntabilitas dan efisiensi penggunaan anggaran publik. Dengan menargetkan anak kurang gizi, diharapkan program MBG tidak hanya meningkatkan status gizi, tetapi juga memberikan efek multiplier pada kesehatan dan pendidikan generasi mendatang.

Baca juga:

Ke depan, pemerintah berjanji akan mengumumkan hasil evaluasi dan rencana operasional baru dalam beberapa minggu mendatang, sebagai upaya transparan untuk menanggapi harapan masyarakat akan penggunaan dana yang lebih tepat sasaran.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *