Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes baru akan terasa di masa mendatang.
"Saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 2025, tahun 2026 ini. Jangan sekarang, jangan 2029, nanti 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG, mendasar," kata Prabowo.
Prabowo membeberkan peredaran uang di desa berkat program MBG dan Kopdes. "Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang. 3.000 kali Rp15.000, Rp45 juta kali 3.000. Saya ulangi, Rp15.000 kali 3.000. Ada yang lebih, ada yang sedikit berkurang, dan sebagainya. 3.000 kali Rp15.000, Rp45 juta tiap hari. Tiap hari. Dan di situ ada lima hari seminggu kali empat, 20. Dua puluh hari kali Rp45 juta berarti Rp900 juta tiap bulan. Kali 12 berarti Rp10,8 miliar beredar di desa itu," sambungnya.
Prabowo mengatakan bahwa anggaran sebesar itu lebih baik dialirkan ke setiap daerah untuk MBG dan Koperasi Merah Putih. "Kalau kita pakai yang mereka katakan harus pasar bebas, neoliberal, pasar bebas, di mana modal besar yang akan berkuasa, uang rakyat akan tersedot, ujung-ujungnya ke luar negeri. Kelebihan uangnya tidak masuk ke kita. Saudara-saudara, MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," ucap dia.
Prabowo mengakui masih ada banyak masalah pada program MBG, namun ia bertekad menyelesaikan masalah tersebut. "Bahwa banyak masalah (MBG), iya. Bahwa banyak tantangan, benar. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan. Manusia Indonesia ya kita mengertilah ya, penyakit kita harus kita berani hadapi, harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat. Berurusan dengan uang dia lupa," kata dia.
Prabowo juga mengatakan bahwa saat bertemu rakyat kecil, mereka meminta agar program MBG jangan sampai dihentikan. "MBG begitu penting untuk bangsa kita. Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, 'Pak tolong Pak, MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya'. Jadi MBG sangat penting, tapi sekarang kita topang dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih," ujar dia.


Komentar