Sains & Teknologi
Beranda » Berita » PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara Berbasis GIGA ONE, Target 2029

PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara Berbasis GIGA ONE, Target 2029

PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara Berbasis GIGA ONE, Target 2029
PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara Berbasis GIGA ONE, Target 2029

Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi memperkenalkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala nasional bernama Mentari Nusantara yang akan dibangun melalui skema integrasi GIGA ONE. Proyek ini menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1.225 gigawatt dan direncanakan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2029.

Pengumuman peluncuran dilakukan pada Jumat pagi, dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa tender nasional akan dibuka serentak pada 30 April 2026. “Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Baca juga:

Strategi GIGA ONE menggabungkan seluruh elemen rantai nilai—dari perencanaan, pembangunan, hingga operasi—dalam satu kesepakatan besar. Pendekatan ini diharapkan menurunkan biaya investasi per megawatt, mempercepat pencapaian target netral karbon nasional pada 2060, bahkan lebih cepat.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menambahkan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengejar kapasitas energi terbarukan sebesar 100 gigawatt. “Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Distribusi Kapasitas dan Lokasi

Rencana penempatan pembangkit tersebar di enam zona geografis utama Indonesia. Di Kalimantan diperkirakan akan terpasang 340 megawatt, sementara di Pulau Jawa kapasitasnya mencapai 600 megawatt. Sumatra, Papua, Maluku, Sulawesi, serta Nusa Tenggara Barat masing-masing akan menampung 35, 120, 50, dan 80 megawatt.

Baca juga:

Seluruh unit pembangkit diharapkan akan menyumbang total 1.225 gigawatt, sebuah angka yang melampaui target energi terbarukan nasional saat ini. Peningkatan kapasitas ini juga diharapkan menstimulasi penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan di tingkat lokal serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada tenaga surya; rencana jangka panjang mencakup replikasi skema GIGA ONE untuk pembangkit tenaga air dan angin. Hal ini menandai langkah krusial dalam membangun sistem kelistrikan yang bersih, mandiri, dan tahan terhadap fluktuasi pasar energi global.

Selain manfaat lingkungan, pelaksanaan GIGA ONE diproyeksikan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada industri energi. Dengan memperkuat rantai pasok domestik, diharapkan produsen lokal dapat bersaing lebih baik di pasar internasional.

Baca juga:

Secara finansial, konsolidasi dalam satu paket strategis memberikan kepercayaan lebih tinggi kepada investor, mengurangi risiko pembiayaan, dan mempermudah akses ke mekanisme pembiayaan hijau. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperbesar peran sektor swasta dalam transisi energi.

Dengan target commercial operation date (COD) pada 2029, PLN berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan—perencanaan, perizinan, konstruksi, dan commissioning—dalam rentang waktu empat tahun. Tim manajemen proyek telah menyiapkan jadwal terperinci yang mencakup evaluasi teknis, audit lingkungan, serta integrasi sistem kontrol digital.

Secara keseluruhan, peluncuran PLTS Mentari Nusantara berbasis GIGA ONE menandai langkah penting dalam agenda energi bersih Indonesia. Keberhasilan proyek ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menggabungkan skala besar, efisiensi ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *