Nasional
Beranda » Berita » Pigai Curiga Laporan Feri dan Ubedilah Dimsungkan untuk Menyerang Kritik Pemerintah Prabowo

Pigai Curiga Laporan Feri dan Ubedilah Dimsungkan untuk Menyerang Kritik Pemerintah Prabowo

Pigai Curiga Laporan Feri dan Ubedilah Dimsungkan untuk Menyerang Kritik Pemerintah Prabowo
Pigai Curiga Laporan Feri dan Ubedilah Dimsungkan untuk Menyerang Kritik Pemerintah Prabowo

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Pigai, seorang pengamat politik Indonesia, mengemukakan kecurigaan bahwa laporan yang disampaikan oleh jurnalis Feri Amsari dan Ubedilah ditujukan untuk memojokkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut muncul dalam wawancara yang diberikan beberapa hari terakhir, menyoroti dinamika hubungan antara kritikus media dan pemerintah pusat.

Pigai menegaskan bahwa setiap bentuk kritik yang diarahkan kepada kebijakan pemerintah harus berada dalam kerangka perlindungan konstitusional. Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak dasar yang dijamin oleh UUD 1945, sehingga upaya menyensor atau menekan kritik dapat dianggap melanggar prinsip demokrasi.

Baca juga:

“Kritik yang kami sampaikan dilindungi konstitusi,” kata Pigai dalam pernyataannya, menambahkan bahwa ia menilai laporan Feri dan Ubedilah sebagai langkah politik yang berpotensi menimbulkan polarisasi.

Feri Amsari dan Ubedilah, keduanya dikenal sebagai aktivis media yang sering mengkritisi kebijakan ekonomi dan sosial pemerintah. Laporan mereka terbaru menyoroti beberapa kebijakan yang dianggap kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, meski rincian spesifik tidak diungkap secara lengkap dalam sumber yang ada.

Baca juga:

Situasi ini menimbulkan perdebatan mengenai batasan antara kebebasan pers dan kepentingan pemerintah dalam menjaga stabilitas kebijakan. Pengamat lain berpendapat bahwa kritik yang konstruktif dapat memperkuat kualitas pemerintahan, asalkan disampaikan dengan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam penutupnya, Pigai menyerukan agar semua pihak menghormati hak konstitusional untuk mengkritik, sekaligus berharap pemerintah memberikan ruang dialog yang terbuka. Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak pemerintah terkait tuduhan tersebut.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *