Internasional
Beranda » Berita » Pezeshkian: Eropa Dapat Tekan AS Patuh Hukum Internasional, Macron Dengar Keluhan Iran

Pezeshkian: Eropa Dapat Tekan AS Patuh Hukum Internasional, Macron Dengar Keluhan Iran

Pezeshkian: Eropa Dapat Tekan AS Patuh Hukum Internasional, Macron Dengar Keluhan Iran
Pezeshkian: Eropa Dapat Tekan AS Patuh Hukum Internasional, Macron Dengar Keluhan Iran

Media Pendidikan – 14 April 2026 | Presiden Iran, Mohammad Reza Pezeshkian, menyampaikan keluhan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahwa sikap maksimalis dan kurangnya niat baik Amerika Serikat menghambat tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan yang berlangsung di Islamabad pekan lalu. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita IRNA, menyoroti dinamika diplomatik yang melibatkan tiga negara utama.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Iran memperkuat hubungan dengan Uni Eropa, khususnya melalui dialog dengan Prancis, sekaligus mencari jalan tengah bagi ketegangan yang melibatkan Washington. Pezeshkian menegaskan bahwa meski Eropa memiliki potensi untuk menjadi perantara, posisi Amerika yang dianggap terlalu agresif menghalangi proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Baca juga:

“Kurangnya niat baik dan posisi maksimalis dari Amerika Serikat mencegah penyelesaian kesepakatan,” ujar Pezeshkian dalam diskusi langsung dengan Macron. Ia menambahkan bahwa Eropa, dengan bobot politik dan ekonominya, seharusnya dapat mendorong Washington untuk mematuhi norma‑norma hukum internasional yang berlaku.

Macron, dalam menanggapi pernyataan tersebut, menegaskan komitmen Prancis untuk terus berperan aktif dalam upaya mediasi antara Tehran dan Washington. Ia menambahkan bahwa dialog konstruktif tetap menjadi prioritas, meskipun tantangan geopolitik semakin kompleks.

Baca juga:

Pernyataan ini muncul pada saat hubungan Iran‑AS masih berada dalam ketegangan, dengan sejumlah sanksi dan perselisihan terkait program nuklir serta kebijakan regional. Pezeshkian berharap bahwa dengan intervensi Eropa, jalur diplomatik dapat kembali terbuka dan menghasilkan solusi yang sejalan dengan hukum internasional.

Sejauh ini, belum ada respons resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai komentar tersebut. Namun, pernyataan Pezeshkian menambah dimensi baru dalam dinamika geopolitik, menekankan peran strategis Uni Eropa sebagai penyeimbang antara kepentingan Barat dan Timur Tengah.

Baca juga:

Jika Eropa dapat menggalang dukungan bersama sekutu‑sekutunya, tekanan kolektif mungkin akan memaksa Washington untuk meninjau kebijakan yang dianggap menghambat proses perdamaian. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi Iran untuk memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi multinasional yang sedang berlangsung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *