Media Pendidikan – 14 April 2026 | Jakarta – Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran pangkalan LPG berbayar merupakan hoaks. Klarifikasi resmi itu dipublikasikan setelah sebuah video beredar dengan caption yang mengklaim adanya prosedur pendaftaran berbayar untuk pangkalan LPG, serta menyertakan tautan ke akun TikTok https://vt.tiktok.com/ZSHg8QpF8/.
Video tersebut muncul di platform TikTok dan cepat menarik perhatian pengguna karena mengandung ajakan pembayaran biaya pendaftaran yang tidak berdasar. Sejumlah pengguna mulai menanyakan keabsahan informasi tersebut, memicu keresahan di kalangan pemilik pangkalan LPG dan konsumen yang mengandalkan pasokan LPG reguler.
Menanggapi, juru bicara Pertamina Patra Niaga menyatakan, “Informasi tentang pendaftaran pangkalan LPG berbayar yang beredar di media sosial adalah hoaks. Kami tidak pernah memberlakukan biaya pendaftaran bagi pemilik pangkalan LPG, dan semua prosedur pendaftaran tetap gratis serta mengikuti regulasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah.” Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk menjaga transparansi dan melindungi publik dari penyebaran informasi palsu.
Hoaks semacam ini dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk penurunan kepercayaan publik terhadap lembaga resmi serta potensi kerugian finansial bagi pelaku usaha yang terjebak dalam penipuan. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga menghimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan, seperti situs web resmi, media sosial terverifikasi, dan layanan pelanggan.
Selain menolak keabsahan video tersebut, perusahaan juga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan atau peraturan baru yang mengharuskan pemilik pangkalan LPG membayar biaya pendaftaran. Seluruh prosedur tetap diatur oleh peraturan pemerintah dan diawasi oleh otoritas terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam hal keamanan bahan bakar.
Untuk mengatasi penyebaran hoaks, Pertamina Patra Niaga berjanji akan meningkatkan pemantauan konten digital dan bekerja sama dengan platform media sosial guna mengidentifikasi serta menindak cepat konten yang menyesatkan. Perusahaan juga membuka saluran pengaduan khusus bagi pihak yang menemukan informasi tidak resmi atau mencurigakan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan publik dapat memperoleh informasi yang akurat dan dapat mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan LPG. Pertamina Patra Niaga menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen untuk menyediakan layanan LPG yang aman, terjangkau, dan bebas dari praktik penipuan.


Komentar