Media Pendidikan – 27 Juni 2026 | Pengusaha mengingatkan pemerintah agar tetap serius membangun ketahanan energi melalui pengembangan energi alternatif. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, mengatakan momentum gejolak pasokan energi global harus menjadi pengingat pentingnya membangun ketahanan energi jangka panjang melalui pengembangan biodiesel dan bioetanol.
Kita pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya. Saat itu sempat muncul berbagai program energi alternatif, tetapi ketika harga minyak turun, program-program tersebut berhenti. Kita tidak boleh terus seperti itu, kata Bob.
Bob mencontohkan Brasil yang konsisten mengembangkan energi alternatif sejak krisis minyak 1973. Kebijakan ini kemudian membuat Brasil menjadi negara yang memiliki kemandirian energi yang kuat.
Pengembangan energi alternatif seharusnya tidak hanya dilakukan di saat kondisi krisis melanda. Pemerintah perlu memiliki perspektif jangka panjang agar program substitusi energi dapat berjalan secara berkelanjutan, kata Bob.
Bob juga melihat pembukaan kembali Selat Hormuz tidak akan memberikan dampak langsung kepada dunia usaha. Terlebih perang yang sempat terjadi merusak fasilitas produksi minyak di Timur Tengah yang membutuhkan waktu untuk pemulihan.
Terkait rencana penerapan biodiesel B50, Bob menilai aspek yang paling penting bukan semata-mata harga, melainkan kepastian pasokan. Menurut dia, harga yang kompetitif tidak akan banyak membantu apabila ketersediaan bahan bakar tidak terjamin.
Indonesia juga harus serius mengembangkan bioetanol dari tebu, singkong, dan jagung. Potensinya sangat besar dan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani, kata Bob.
Pengembangan biodiesel dan bioetanol secara beriringan akan membuat Indonesia memiliki dua pilar energi terbarukan yang kuat, kata Bob.
Bob juga menyarankan pemerintah memberikan dukungan fiskal, subsidi sebaiknya diarahkan ke sektor hulu untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan demikian, pasokan energi alternatif dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.


Komentar