Nasional
Beranda » Berita » Pemecatan Pengurus PPP Secara Massal, Ratusan DPW dan DPC Dipecat Enam Bulan Usai Muktamar X

Pemecatan Pengurus PPP Secara Massal, Ratusan DPW dan DPC Dipecat Enam Bulan Usai Muktamar X

Pemecatan Pengurus PPP Secara Massal, Ratusan DPW dan DPC Dipecat Enam Bulan Usai Muktamar X
Pemecatan Pengurus PPP Secara Massal, Ratusan DPW dan DPC Dipecat Enam Bulan Usai Muktamar X

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Ratusan pengurus DPW dan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi dipecat secara massal enam bulan setelah Musyawarah Khas (Muktamar) ke-X yang berujung pada dinamika internal yang memanas.

Muktamar X PPP dilaksanakan pada awal 2025 dan menghasilkan keputusan penting mengenai kepengurusan tingkat nasional. Selanjutnya, pada 6 Oktober 2025, Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan susunan baru Pengurus DPP PPP hasil rekonsiliasi. Jangka waktu enam bulan sejak penerbitan SK tersebut menjadi titik tolak bagi partai untuk menindak lanjuti struktur organisasi di tingkat provinsi (DPW) dan kabupaten/kota (DPC).

Baca juga:

“Dinamika pascadigelarnya Muktamar X PPP semakin memanas,” ujar seorang pengamat politik. Kutipan tersebut mencerminkan ketegangan yang tumbuh di antara kader partai, terutama setelah keputusan rekonsiliasi DPP diumumkan.

Keputusan massal tersebut mencakup sekitar tiga ratus pengurus DPW dan DPC yang dianggap tidak memenuhi standar kepengurusan yang ditetapkan dalam SK Menteri Hukum. Beberapa wilayah, seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara, menjadi titik konsentrasi pemecatan karena laporan pelanggaran yang paling banyak teridentifikasi.

Baca juga:

Setelah pemecatan, partai berjanji akan segera mengadakan pemilihan internal baru untuk mengisi kembali posisi yang kosong. Rencana tersebut dijadwalkan selesai pada kuartal kedua 2026, dengan harapan dapat memperkuat struktur organisasi dan menstabilkan kembali kepercayaan kader serta pemilih.

Pengamat menilai langkah ini sebagai upaya PPP untuk menegakkan disiplin internal dan menyesuaikan diri dengan perubahan politik nasional. Namun, ada pula kekhawatiran bahwa proses pemecatan massal dapat memicu fragmentasi lebih lanjut jika tidak diiringi dengan mekanisme penyelesaian sengketa yang transparan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, dinamika internal PPP menunjukkan bahwa partai sedang berada pada fase reorganisasi penting, di mana penegakan aturan internal menjadi prioritas utama untuk menjaga keberlangsungan partai di tengah persaingan politik yang ketat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *