Internasional
Beranda » Berita » Pembajakan Tanker Honour 25 di Laut Somalia: Kapten Asal Gowa Disandera, Keluarga Minta Bantuan Presiden

Pembajakan Tanker Honour 25 di Laut Somalia: Kapten Asal Gowa Disandera, Keluarga Minta Bantuan Presiden

Pembajakan Tanker Honour 25 di Laut Somalia: Kapten Asal Gowa Disandera, Keluarga Minta Bantuan Presiden
Pembajakan Tanker Honour 25 di Laut Somalia: Kapten Asal Gowa Disandera, Keluarga Minta Bantuan Presiden
Daftar Isi

Media Pendidikan – 26 April 2026 | JAKARTA, 26 April 2026 – Sebuah kapal tanker bernama Honour 25 dilaporkan dibajak oleh sekelompok perompak bersenjata pada Senin dinihari di perairan internasional lepas pantai Somalia. Kapal tersebut tengah mengangkut muatan cair dan dipimpin oleh seorang kapten asal Gowa, Sulawesi Selatan, yang kini menjadi sandera.

Reaksi Keluarga

Isu penyanderaan menimbulkan kepanikan di kalangan keluarga kapten. Istri sang kapten, Siti Nurhaliza, mengungkapkan keprihatinannya dalam sebuah pernyataan kepada media: “Kami sangat khawatir dengan nasib suami dan ayah kami. Kami mohon agar Presiden segera menyalurkan bantuan diplomatik untuk memastikan keselamatan mereka,” kata Siti. Keluarga juga menuntut agar pemerintah mengaktifkan jalur komunikasi dengan pihak berwenang Somalia demi percepatan proses pembebasan.

Baca juga:

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan otoritas Somalia serta organisasi internasional yang menangani keamanan maritim. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menegaskan bahwa Indonesia akan menggunakan semua sarana diplomatik yang tersedia, termasuk mediasi melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menyelesaikan krisis ini.

Baca juga:

Insiden ini menambah panjang daftar kasus pembajakan di Samudra Hindia yang kerap menjadi jalur transit penting bagi kapal tanker. Data Badan Keamanan Maritim menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 27 serangan perompak di wilayah yang sama, meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Somalia, yang secara resmi menolak tindakan kriminal tersebut, belum memberikan respons resmi terkait penangkapan kapal Honour 25.

Baca juga:

Sementara itu, para ahli keamanan maritim memperingatkan bahwa peningkatan aktivitas perompak dapat mengganggu perdagangan global, terutama bagi negara-negara eksportir minyak. Mereka menyarankan peningkatan patroli bersama dan penggunaan sistem pelacakan satelit untuk memperkecil risiko serangan di masa mendatang. Bagi keluarga kapten asal Gowa, harapan terbesar tetap pada intervensi cepat pemerintah untuk mengembalikan sang kapten dan kru ke tanah air dengan selamat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *