Media Pendidikan – 30 Juni 2026 | Pembagian rapor telah dilakukan di sekolah-sekolah beberapa hari yang lalu. Banyak murid yang gembira dengan hasil pencapaian mereka, namun ada juga yang kecewa karena hasilnya kurang memuaskan. Pembagian rapor sejatinya adalah evaluasi sekolah terhadap perkembangan murid untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mereka.
Bagi sebagian orang tua, pembagian rapor merupakan moment untuk mengevaluasi pencapaian anaknya selama setahun kemarin. Mereka juga menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan uneg-uneg yang ada di dalam dada. Sebagian orang tua menceritakan bagaimana kehidupan anaknya di rumah, sementara yang lain menceritakan pencapaian-pencapaiannya yang sudah tercapai.
“Pembagian rapor adalah evaluasi sekolah terhadap perkembangan murid untuk pada jenjang berikutnya murid tersebut akan menjadi lebih baik lagi,” kata seorang guru. Pembagian rapor tidak seharusnya menjadi sesi curhat yang hanya menceritakan kehidupan orang tua, melainkan sesi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid.
Beberapa sekolah memberikan waktu untuk konsultasi saat pembagian rapor, mulai dari sepuluh menit hingga dua puluh menit. Pembagian waktu ini dilakukan karena ada beberapa orang tua yang melakukan protes setelah pembagian rapor, mereka mengatakan sesi konsultasi rapor waktunya kurang, atau sesi konsultasi rapor belum maksimal.
Dengan adanya pembagian rapor yang dilakukan oleh sekolah kepada orang tua murid, diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik bagi seluruh murid, sehingga murid mampu melanjutkan pendidikannya di jenjang berikutnya.


Komentar