Media Pendidikan – 06 April 2026 | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali membuka lowongan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam rangka Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026. Rekrutmen ini menjadi peluang karir strategis bagi warga Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan yang akan menjadi fokus pelaksanaan proyek irigasi skala besar.
Ruang Lingkup Program dan Target Lokasi
P3TGAI 2026 direncanakan dilaksanakan di sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia, mencakup daerah pertanian utama termasuk provinsi‑provinsi Kalimantan. Program padat karya ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan melibatkan kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), dan Induk P3A (IP3A), Kementerian PU menekankan pentingnya peran TPM dalam perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, serta pengelolaan administrasi kegiatan irigasi.
Detail Rekrutmen TPM
Seleksi terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan umum, dengan prioritas bagi yang memiliki pengalaman pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan irigasi. Proses rekrutmen meliputi tiga tahap utama: verifikasi dokumen administratif, tes tertulis, dan wawancara. Pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 17 April 2026.
Pendaftaran dapat dilakukan secara daring mulai 2 April hingga 5 April 2026 melalui laman resmi P3TGAI. Calon pelamar wajib melengkapi dokumen administratif yang dipersyaratkan, seperti fotokopi KTP, ijazah terakhir, dan surat pengalaman kerja di bidang terkait.
Fokus pada Kalimantan dan BBWS Kapuas
Walaupun pendaftaran secara nasional dikelola oleh unit pelaksana teknis Kementerian PU, beberapa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Kalimantan, termasuk BBWS Kapuas, diperkirakan akan mengimplementasikan program serupa sesegera mungkin setelah tahap pilot di BBWS Pompengan Jeneberang selesai. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menyalurkan dana pembangunan langsung ke tingkat desa, sehingga meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap infrastruktur irigasi yang dibangun.
TPM yang ditempatkan di wilayah Kalimantan akan berperan mengawasi kualitas pekerjaan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan pendampingan teknis kepada petani lokal. Dengan kondisi geografis yang beragam, peran mereka menjadi kunci untuk menyesuaikan desain irigasi dengan karakteristik tanah dan iklim setempat.
Manfaat Karir bagi Pelamar
Selain gaji yang kompetitif, TPM berkesempatan memperoleh pengalaman lapangan dalam proyek infrastruktur berskala nasional. Program ini juga membuka jalur karir lebih lanjut di Kementerian PU, termasuk posisi teknis dan manajerial di masa depan. Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa program padat karya seperti P3TGAI tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.
Calon pelamar yang tertarik dapat segera menyiapkan berkas pendaftaran, memastikan semua dokumen lengkap, dan mengirimkan melalui portal resmi sebelum batas waktu berakhir. Kesempatan ini menjadi titik masuk bagi para profesional muda yang ingin berkontribusi pada pembangunan infrastruktur irigasi dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan serta wilayah sekitarnya.
Dengan persiapan yang matang, pendaftaran yang tepat waktu, dan semangat pemberdayaan masyarakat, peluang karir di Kementerian PU melalui program TPM P3TGAI 2026 menawarkan jalur yang menjanjikan bagi generasi kerja keras Indonesia.


Komentar