Media Pendidikan – 22 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Pelindo, perusahaan BUMN yang mengelola pelabuhan nasional, resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahap pertama dalam rangka percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Penandatanganan yang berlangsung pada hari ini menandai langkah konkret pemerintah dan sektor swasta untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus memanfaatkan potensi energi terbarukan.
Proyek PSEL dirancang untuk mengubah limbah padat menjadi listrik yang dapat disalurkan ke jaringan nasional, sehingga mengurangi beban penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dan menambah pasokan energi bersih. Dalam fase pertama, fasilitas akan dibangun di lokasi strategis dekat pelabuhan utama, memanfaatkan infrastruktur logistik Pelindo untuk pengumpulan dan transportasi bahan baku sampah.
“Akselerasi PSEL, Pelindo Dukung Solusi Sampah Berkelanjutan” menjadi slogan yang menegaskan komitmen perusahaan. Dengan dukungan finansial serta jaringan operasionalnya, Pelindo berharap dapat mempercepat realisasi kapasitas pengolahan yang direncanakan mencapai ratusan megawatt dalam beberapa tahun ke depan.
Kerja sama ini melibatkan beberapa pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, institusi riset, dan perusahaan teknologi pengolahan limbah. Masing‑masing pihak akan memberikan kontribusi sesuai keahlian, mulai dari pengembangan teknologi termal hingga pengelolaan rantai pasok sampah. Kesepakatan PKS mencakup pembagian risiko, pembiayaan investasi, serta mekanisme pengawasan kualitas hasil energi yang dihasilkan.
Pelindo menegaskan bahwa fasilitas PSEL akan dilengkapi dengan sistem kontrol emisi yang memenuhi standar lingkungan internasional, sehingga dampak negatif terhadap udara dan air dapat diminimalkan. Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja baru di bidang teknik, operasi, dan pemeliharaan, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan PSEL juga sejalan dengan agenda Nasional tentang Energi Terbarukan 2025‑2030, yang menargetkan 23% bauran energi nasional berasal dari sumber terbarukan. Dengan mengintegrasikan pengolahan sampah ke dalam jaringan listrik, proyek ini memperkuat sinergi antara pengelolaan limbah dan kebijakan energi hijau.
Ke depan, Pelindo berencana meluncurkan fase kedua pembangunan fasilitas PSEL di pelabuhan-pelabuhan lain, memperluas jangkauan manfaat ekonomi dan lingkungan. Monitoring berkala akan dilakukan untuk mengevaluasi kinerja operasional dan memastikan bahwa target produksi energi serta pengurangan sampah tercapai sesuai rencana.
Dengan langkah ini, Pelindo tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemain utama di sektor logistik, tetapi juga berperan aktif dalam transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.


Komentar