Internasional
Beranda » Berita » Paspampres AS Tembak Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih, Area Terkunci Sementara

Paspampres AS Tembak Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih, Area Terkunci Sementara

Paspampres AS Tembak Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih, Area Terkunci Sementara
Paspampres AS Tembak Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih, Area Terkunci Sementara
Daftar Isi

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Seorang pria bersenjata ditembak oleh agen Secret Service di Washington, D.C., pada Minggu pagi, memicu penguncian zona sekitar Gedung Putih selama beberapa jam. Penembakan terjadi saat petugas keamanan berusaha mencegah pria tersebut mendekati kompleks eksekutif Amerika Serikat.

Kronologi Kejadian

  • Lokasi: Pennsylvania Avenue, 150 meter dari Gedung Putih
  • Waktu: 09:30 EDT, 5 Mei 2026
  • Jumlah petugas terlibat: 12 agen Secret Service

Setelah menilai ancaman, agen-agen tersebut menembakkan senjata non‑letal terlebih dahulu, namun ketika pria itu masih mengacungkan senjata, mereka beralih ke tembakan mematikan. Pria itu tewas di tempat. Seluruh area sekitar Gedung Putih, termasuk akses utama ke West Wing, ditutup sementara untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Baca juga:

Seorang juru bicara Secret Service mengatakan, “Kami bertindak cepat untuk melindungi Presiden, staf, dan publik. Keputusan penembakan diambil setelah semua upaya de‑eskalasi tidak berhasil.”

Polisi lokal dan FBI turut serta melakukan investigasi lapangan, memeriksa rekaman CCTV, serta mengumpulkan bukti forensik. Hingga saat ini, motif penyerangan masih belum jelas, namun otoritas menegaskan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan kelompok teroris terorganisir.

Baca juga:

Penguncian area mencakup penutupan jalan utama, pembatasan parkir, dan evakuasi sementara pegawai pemerintah yang berada di zona. Pengamanan kembali normal pada sore harinya setelah tim keamanan memastikan tidak ada bahan peledak atau ancaman lain yang tersisa.

Kejadian ini menambah daftar insiden keamanan di sekitar Gedung Putih dalam beberapa tahun terakhir, meskipun tidak ada yang berhasil menembus perimeter utama. Pemerintah AS menyatakan akan meninjau kembali protokol keamanan dan meningkatkan koordinasi antara agen federal serta otoritas setempat.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *