Media Pendidikan – 26 Mei 2026 | Di Hong Kong, kota terkaya di dunia, fenomena lansia pemulung menjadi sorotan. Banyak nenek dan kakek yang berjuang keras mengumpulkan kardus untuk bertahan hidup. Mereka harus bersaing dengan mesin pemilah sampah modern untuk mendapatkan kardus yang masih layak digunakan.
“Kami tidak memiliki pilihan lain, kami harus melakukannya untuk bertahan hidup,” kata salah satu nenek pemulung. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Data menunjukkan bahwa jumlah lansia pemulung di Hong Kong terus meningkat. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi agar lansia dapat hidup dengan lebih layak.
Beberapa organisasi sosial telah berusaha membantu lansia pemulung dengan menyediakan fasilitas dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Namun, masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini.


Komentar