Media Pendidikan – 23 April 2026 | Seorang idol K-pop asal Korea Selatan, Lee Min-ho yang dikenal dengan nama panggung Mino WINNER, kini berada di tengah sorotan hukum Indonesia setelah ditetapkan dugaan absen wajib militer. Menurut laporan, ia berpotensi dijatuhi hukuman penjara selama 1,5 tahun bila terbukti melanggar peraturan militer.
Kasus ini bermula ketika otoritas militer Indonesia mengidentifikasi ketidakhadiran Mino pada rangkaian pelatihan wajib militer yang diwajibkan bagi warga negara laki-laki. Proses penyelidikan menunjukkan bahwa Mino tidak hadir pada jadwal yang telah ditetapkan, sehingga ia diproses secara hukum dengan dakwaan pelanggaran wajib militer.
Dalam sesi konferensi pers yang diadakan beberapa hari setelah penetapan dakwaan, Mino mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya. “Saya memang memiliki gangguan bipolar dan panic disorder,” ujarnya dengan nada tenang namun jelas. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berperan signifikan dalam keputusan yang membuatnya tidak dapat mengikuti pelatihan militer secara konsisten.
Pengakuan ini membuka diskusi lebih luas mengenai perlakuan hukum terhadap individu yang mengalami gangguan mental, khususnya dalam konteks pelanggaran militer. Pihak pengacara Mino menegaskan bahwa kliennya telah mendapatkan perawatan medis yang memadai dan bahwa ia selalu berusaha memenuhi kewajiban negara sejauh kemampuan memungkinkan.
Sementara itu, pihak militer menegaskan bahwa aturan wajib militer bersifat mengikat dan tidak dapat dikecualikan kecuali terdapat bukti medis yang sah. Menurut data resmi Kementerian Pertahanan, pelanggaran serupa dapat dikenakan sanksi penjara hingga tiga tahun, namun dalam kasus Mino, pertimbangan khusus diberikan sehingga hukuman maksimal yang tertera adalah 1,5 tahun.
Kasus ini menimbulkan reaksi beragam di kalangan publik. Sebagian mengkritik keras kebijakan yang dianggap tidak fleksibel terhadap kondisi kesehatan mental, sementara yang lain menilai pentingnya menegakkan disiplin militer tanpa pandang bulu, terutama bagi figur publik yang memiliki pengaruh besar.
Hingga kini, proses hukum masih berlangsung. Pengadilan militer diperkirakan akan mengeluarkan putusan dalam beberapa minggu ke depan, dengan kemungkinan Mino menjalani hukuman penjara, alternatif rehabilitasi, atau kombinasi keduanya tergantung pada pertimbangan medis dan hukum yang ada.
Pengembangan terbaru menunjukkan bahwa tim hukum Mino tengah mengajukan permohonan peninjauan kembali dengan menekankan pentingnya dukungan psikologis bagi para pelaku pelanggaran yang mengalami gangguan mental. Keputusan akhir nantinya akan menjadi preseden penting bagi kasus serupa di masa depan.


Komentar