Media Pendidikan – 30 April 2026 | JAKARTA, 30 April 2026 – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin secara langsung memantau progres pembangunan Yonif TP 887/KTM pada Kamis (29/04/2026) di Desa Slaharwotan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan dalam memperkuat kesiapan pertahanan sekaligus memperluas peran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat setempat.
Yonif TP 887/KTM merupakan satuan infanteri dalam Korps Marinir (Kostrad) yang tengah menjalani fase konstruksi infrastruktur dasar, termasuk gedung barak, fasilitas pelatihan, serta jaringan listrik dan air bersih. Menhan menilai bahwa pembangunan infrastruktur militer di daerah ini tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur, melainkan juga memberikan dampak positif bagi warga melalui penciptaan lapangan kerja sementara dan peningkatan layanan publik.
“Untuk pertahanan dan bantu rakyat,” ujar Menhan Sjafrie saat berdiri di depan area pembangunan, menekankan dua tujuan utama proyek tersebut. Ia menambahkan, “Kita tidak hanya membangun fasilitas militer, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat sekitar, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur umum.”
Selama kunjungan, Menhan juga bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemerintah Kabupaten Lamongan. Diskusi berfokus pada sinergi antara militer dan sipil, termasuk rencana pemanfaatan fasilitas militer untuk kegiatan bencana alam, evakuasi, dan distribusi bantuan kemanusiaan. Pihak berwenang setempat menyambut baik kolaborasi tersebut, mengingat Lamongan pernah mengalami banjir dan gempa bumi dalam beberapa tahun terakhir.
Proyek pembangunan Yonif TP 887/KTM diperkirakan selesai pada akhir 2027 dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 triliun. Anggaran tersebut mencakup pembangunan barak, fasilitas medis, ruang latihan taktis, serta instalasi jaringan komunikasi yang terintegrasi dengan sistem pertahanan nasional.
Para pejabat militer menegaskan pentingnya kesiapan unit infanteri dalam menghadapi tantangan keamanan regional, terutama di wilayah selatan Jawa Timur yang berbatasan dengan selat Madura. “Kita harus siap menghadapi segala bentuk ancaman, baik konvensional maupun non‑konvensional,” kata Komandan Yonif TP 887/KTM, Mayor Infanteri Andi Prasetyo.
Kehadiran Menhan di Lamongan juga menjadi simbol kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah. Dengan menggabungkan aspek pertahanan dan kesejahteraan rakyat, diharapkan proyek ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di wilayah lain.
Ke depan, Menhan berjanji akan terus memantau realisasi proyek dan memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan tetap sesuai dengan standar kualitas serta manfaat bagi masyarakat sekitar.


Komentar