Pendidikan
Beranda » Berita » Mengenal Hari Tasyrik: Keutamaan dan Amalannya

Mengenal Hari Tasyrik: Keutamaan dan Amalannya

Mengenal Hari Tasyrik: Keutamaan dan Amalannya
Mengenal Hari Tasyrik: Keutamaan dan Amalannya

Media Pendidikan – 28 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Perayaan Iduladha tidak berhenti setelah pelaksanaan salat Id dan penyembelihan hewan kurban. Umat Islam masih memasuki momentum Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari, setelah Iduladha.

Hari Tasyrik berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah atau 27-29 Mei 2026. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah serta mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.

Baca juga:

Mengutip penjelasan di laman NU, tasyrik berasal dari kata ‘tasyriq’ yang berarti arah terbit matahari. Istilah tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab menjemur daging kurban menggunakan sinar matahari.

Imam An-Nawawi menjelaskan, Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah pelaksanaan Hari Nahar atau Iduladha. Pada masa dahulu, masyarakat mengawetkan daging kurban dengan cara dijemur di bawah terik matahari.

Baca juga:

Hari Tasyrik ini tidak hanya berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat. Momentum tersebut juga memiliki keutamaan besar untuk memperbanyak berbagai ibadah dan amal saleh.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan selama Hari Tasyrik berlangsung bagi umat Islam:

Baca juga:
  • Memperbanyak Takbir
  • Memperbanyak Tahlil dan Tahmid
  • Meningkatkan Amal Saleh
  • Menjaga Silaturahmi

Selain itu, Hari Tasyrik menjadi pengingat pentingnya rasa syukur serta penghambaan sepenuhnya kepada Allah SWT. Momentum tersebut juga mengajarkan umat Islam memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai amal kebaikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *