Media Pendidikan – 27 April 2026 | Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, memutuskan untuk menjadikan Hari Kartini sebagai hari peringatan nasional. Keputusan ini diambil pada masa kepemimpinannya, dengan tujuan mengukuhkan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini dalam konteks kebangsaan Indonesia. Penetapan tersebut menandai pengakuan resmi atas kontribusi Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan literasi, serta menegaskan komitmen negara terhadap kesetaraan gender di seluruh wilayah Indonesia.
Selain faktor popularitas Kartini di kalangan masyarakat, Soekarno juga disebut sangat menghormati perjuangan Kartini, terutama dalam mencerdaskan perempuan melalui literasi. Ia melihat sosok Kartini bukan sekadar simbol, melainkan agen perubahan yang membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk mengakses pendidikan formal. Pandangan ini selaras dengan visi Soekarno tentang pembangunan manusia yang mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan.
“Selain faktor popularitas, Soekarno juga disebut sangat menghormati perjuangan Kartini, terutama dalam mencerdaskan perempuan melalui literasi,” ujar seorang sejarawan yang menelaah arsip masa itu. Kutipan tersebut menegaskan bahwa penghargaan Soekarno terhadap Kartini didasarkan pada kesadaran akan pentingnya literasi sebagai pondasi kemajuan bangsa. Dengan demikian, penetapan Hari Kartini menjadi wujud konkret apresiasi atas upaya Kartini dalam membuka pintu ilmu bagi perempuan.
Penetapan hari peringatan ini tidak hanya bersifat simbolik, melainkan juga berfungsi sebagai alat edukasi nasional. Setiap tahunnya, sekolah‑sekolah di Indonesia mengadakan kegiatan yang menonjolkan nilai‑nilai Kartini, mulai dari diskusi literasi hingga lomba menulis. Upaya ini memperkuat identitas kebangsaan dan menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap warisan perempuan Indonesia yang berperan aktif dalam proses pembangunan sosial.
Hingga kini, peringatan Hari Kartini tetap menjadi momentum penting dalam meninjau capaian kesetaraan gender di Indonesia. Pemerintah terus menekankan pentingnya pendidikan perempuan, sejalan dengan semangat yang diusung oleh Kartini dan diakui oleh Soekarno. Dengan menegakkan nilai‑nilai tersebut, Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan literasi perempuan tetap relevan dalam membangun masa depan bangsa.


Komentar