Media Pendidikan – 09 Juni 2026 | Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan pernyataan yang menjadi sorotan bagi honorer administrasi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lagi merekrut tenaga honorer baru. Pernyataan ini dianggap sebagai kritik terhadap sistem honorer yang telah lama menjadi masalah.
Honorer administrasi telah lama menjadi sorotan karena tidak memiliki hak-hak yang sama dengan pegawai tetap. Mereka tidak memiliki jaminan keamanan hari esok dan tidak dapat menikmati hak-hak yang sama seperti pegawai tetap.
Mengingat pernyataan Mendagri, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, honorer administrasi pasti tidak akan puas. Mereka telah lama menginginkan hak-hak yang sama dan tidak ingin terus menjadi pekerja kontrak.
Bahkan, banyak di antara mereka telah mengajukan gugatan kepada pemerintah daerah untuk meminta hak-hak yang mereka rasa sewajarnya. Mereka juga telah melakukan aksi-aksi protes untuk menekan pemerintah daerah agar mengakui hak-hak mereka.
Perlu diingat bahwa sistem honorer telah menjadi masalah besar di Indonesia dan harus diatasi. Pemerintah daerah harus memprioritaskan pekerjaan kontrak yang telah ada dan memberikan kesempatan kepada honorer administrasi untuk menjadi pegawai tetap.
Artinya, honorer administrasi harus siap untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi. Mereka harus siap untuk meninggalkan pekerjaan kontrak mereka dan bergabung dengan pegawai tetap.


Komentar