Media Pendidikan – 02 Juni 2026 | Manshur Angklung, seorang musisi asal Bandung, telah berhasil membawa angklung ke panggung internasional. Ia baru saja tampil dalam Indonesia Festival 2026 di Rådhuspladsen, Copenhagen, Denmark. Manshur berhasil menghadirkan angklung dalam kemasan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda dengan memadukan suara angklung dengan musik elektronik atau EDM.
Perjalanannya mengenalkan angklung ke berbagai negara sudah dimulai lebih dari satu dekade lalu. Manshur pernah tergabung dalam Indonesia Bamboo Community dan berkesempatan tampil di beberapa negara Asia seperti Malaysia dan Taiwan. Dari pengalaman itu, Manshur mulai menyadari bahwa angklung memiliki fleksibilitas yang luar biasa.
"Dari situ saya berpikir bahwa angklung bisa mengikuti musik dari negara mana pun. Akhirnya muncul ide bahwa angklung bisa berkolaborasi dengan DJ. Awalnya saya tidak pernah terpikir ke arah sana, tetapi setelah menjalani banyak pengalaman, ternyata angklung bisa dipadukan dengan musik elektronik," ujarnya.
Manshur juga telah menyiapkan Tur Chapter 2 yang rencananya akan berlangsung pada September atau Oktober 2026. Ia dijadwalkan tampil di delapan negara Eropa, termasuk Bulgaria, Rumania, Bosnia Herzegovina, Prancis, serta Italia.
Sebelum dikenal sebagai pemain angklung, Manshur lebih dulu menekuni kecapi dan rutin tampil dari satu acara pernikahan ke acara lainnya. "Waktu masih SMK saya sebenarnya pemain kecapi. Saya sering manggung dari wedding ke wedding. Mapag pengantin namanya dulu," ujarnya sambil tertawa.
Ketertarikannya pada angklung mulai tumbuh ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus dari SMKN 10 Bandung jurusan Seni Musik Tradisional Sunda, Manshur melanjutkan studi ke Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.


Komentar