Media Pendidikan – 25 April 2026 | Semarang, 25 April 2026 – Platform komunitas Make & Hope menggelar ruang curhat bagi para pemuda kota dalam rangka mengangkat isu banjir serta kurangnya fasilitas publik. Acara yang berlangsung di Balai Kota Semarang ini mempertemukan generasi muda dengan perwakilan pemerintah daerah, mengedepankan dialog terbuka mengenai tantangan infrastruktur, tata ruang, dan lingkungan hidup.
Peserta curhat mengungkapkan pengalaman pribadi mereka. Sejumlah pemuda menceritakan kerusakan jalan di daerah rawan banjir yang menghambat mobilitas harian, serta kurangnya taman bermain dan tempat ibadah yang memadai. Salah satu peserta, Rian (22) dari Kecamatan Semarang Tengah, menambahkan, “Setiap kali hujan lebat, kami harus menempuh jalur memutar karena genangan air menghalangi akses ke sekolah dan tempat kerja. Ini bukan hanya soal kenyamanan, melainkan keselamatan.”
Diskusi juga menyoroti perlunya perencanaan tata ruang yang lebih terintegrasi. Pemuda menuntut transparansi dalam proses perizinan pembangunan, serta pelibatan masyarakat dalam penentuan prioritas proyek publik. Mereka menekankan bahwa data banjir yang akurat dan peta zona resiko harus menjadi acuan dalam penataan kota.
Dalam sesi tanya jawab, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Semarang menanggapi bahwa pemerintah sedang merumuskan program peningkatan drainase dan revitalisasi ruang terbuka hijau. Namun, mereka mengakui bahwa implementasi masih memerlukan sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif warga.
Make & Hope menutup pertemuan dengan harapan bahwa curhat ini akan menjadi pemicu aksi konkret. “Kami tidak hanya mengumpulkan keluhan, tetapi juga menyusun rekomendasi yang dapat diajukan ke pemerintah,” kata koordinator. Rekomendasi tersebut mencakup pembuatan jalur evakuasi, peningkatan kapasitas saluran air, dan penambahan fasilitas publik seperti taman dan pusat olahraga di area yang paling terdampak.
Acara ini menandai langkah awal bagi pemuda Semarang untuk berperan lebih aktif dalam perencanaan kota. Dengan platform seperti Make & Hope, diharapkan suara generasi muda tidak hanya terdengar, tetapi juga diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.


Komentar