Media Pendidikan – 16 April 2026 | Judit Dos Reis Sarmento, alumnus Program Magister Psikologi (MAPSI) Universitas Airlangga, kini mengemban tugas penting di Kementerian Sosial Timor Leste. Keberhasilannya menapaki jenjang karier lintas negara menjadi sorotan utama, menegaskan kemampuan lulusan Unair dalam menghadapi tantangan profesional internasional.
Program Magister Psikologi (MAPSI) Unair dirancang untuk menghasilkan tenaga ahli yang menguasai teori psikologi modern serta aplikasinya dalam kebijakan publik. Kurikulum yang mengintegrasikan riset, praktik lapangan, dan studi kebijakan memberikan bekal kompetitif bagi para mahasiswanya. Dalam konteks tersebut, Judit menyelesaikan studinya dengan prestasi yang memadai, membuka peluang kerja di luar negeri.
Setelah menuntaskan program magister, Judit memutuskan untuk melanjutkan karier di bidang sosial, memilih Timor Leste sebagai tujuan. Proses rekrutmen melibatkan evaluasi kompetensi psikologis serta kemampuan adaptasi budaya, dua aspek yang ditekankan selama masa studinya di Unair. Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh kebutuhan Kementerian Sosial Timor Leste akan profesional yang dapat menyusun program kesejahteraan berbasis bukti.
Di Kementerian Sosial, Judit berperan sebagai analis kebijakan psikososial, bertugas merancang program intervensi bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan. Tanggung jawabnya mencakup analisis data, penyusunan rekomendasi, serta koordinasi dengan lembaga internasional yang beroperasi di wilayah tersebut. Pengalaman akademisnya terbukti relevan, membantu kementerian meningkatkan efektivitas program sosial.
“Judit Dos Reis Sarmento, lulusan Program Magister Psikologi (MAPSI) berkarier di Kementerian Sosial di Timor Leste,” ungkapnya dalam sebuah wawancara singkat, menegaskan kebanggaannya atas kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat lintas batas.
Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagi mahasiswa dan alumni Unair yang bercita‑cita meniti karier internasional. Program MAPSI tidak hanya menyiapkan lulusan untuk pasar kerja domestik, tetapi juga membuka pintu bagi mereka yang ingin berkontribusi pada agenda pembangunan global. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Airlangga untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
Ke depan, Judit berencana memperluas jaringan kerjasama antara kementerian Timor Leste dan institusi akademik di Indonesia, khususnya dalam bidang penelitian psikologi terapan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan serta meningkatkan kualitas program sosial di kedua negara.


Komentar