Media Pendidikan – 10 Juni 2026 | Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa implementasi sistem Goverment Technology (GovTech) diyakini dapat meningkatkan penerimaan negara. Hal ini disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, pada tanggal 9 Juni 2026.
Selain itu, Luhut juga menambahkan bahwa ada peluang untuk menurunkan pajak dan menciptakan lapangan kerja, termasuk membuka peluang pembentukan UMKM baru. “Ini karena data GovTech begitu lengkap,” ucapnya.
Luhut menambahkan bahwa perluasan cakupan GovTech juga akan menyasar pada 64 juta UMKM yang telah eksis berjalan. “Ini agar mereka ikut bagian yang 0,5 persen bayar pajak,” ujarnya. Sehingga nantinya rasio pajak pun akan naik dari 9 persen saat ini menjadi 12-13 persen. “Pada gilirannya penerimaan negara akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Proyek percontohan GovTech sedang berlangsung di 42 wilayah provinsi, kabupaten, dan kota. Jika berhasil, maka proyek ini akan diluncurkan secara nasional di 514 kabupaten se-Indonesia pada Oktober tahun ini.


Komentar