Beasiswa
Beranda » Berita » LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026, Mahasiswa S1 Bisa Langsung Amankan Kursi S2 di Luar Negeri

LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026, Mahasiswa S1 Bisa Langsung Amankan Kursi S2 di Luar Negeri

LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026, Mahasiswa S1 Bisa Langsung Amankan Kursi S2 di Luar Negeri
LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026, Mahasiswa S1 Bisa Langsung Amankan Kursi S2 di Luar Negeri

Media Pendidikan – 06 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan resmi membuka pendaftaran Beasiswa Akselerasi Magister 2026. Skema beasiswa ini memungkinkan mahasiswa aktif program sarjana (S1) yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan studi langsung ke jenjang magister (S2) di perguruan tinggi luar negeri tanpa harus melalui proses seleksi terpisah.

Sasaran dan Kriteria Penerima

Beasiswa ditujukan kepada warga negara Indonesia yang sedang menempuh kuliah S1 minimal 1,5 tahun dan berada dalam 10 % teratas peringkat prodi serta angkatan masing‑masing. Calon penerima harus memiliki IPK minimal 3,25 serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal PTS Academic 58, TOEFL iBT 80, TOEIC 685, IELTS 6,5, atau Duolingo English Test 120. Bagi mahasiswa yang termasuk dalam sasaran khusus, rekomendasi tertulis dari dekan asal dan surat rekomendasi dari kementerian pemberi beasiswa juga diwajibkan.

Baca juga:

Komponen Pendanaan

Beasiswa Akselerasi Magister menyediakan dua fase pendanaan, yaitu tahap Internasionalisasi Sarjana (S1) dan tahap Magister (S2). Pada fase pertama, LPDP menanggung biaya pendaftaran, SPP/tuiti, tunjangan buku, visa, transportasi, kedatangan, asuransi kesehatan, tunjangan hidup bulanan, serta insentif kelulusan. Selama masa tunggu antara S1 dan S2, penerima dapat memperoleh tambahan dana transportasi, tunjangan hidup, dan dana darurat bila diperlukan.

Pada fase Magister, paket pendanaan mencakup biaya pendaftaran, SPP/tuiti, tunjangan buku, bantuan penelitian tesis, dana seminar atau konferensi internasional, serta dukungan publikasi jurnal internasional. Komponen pendukung yang sama dengan fase S1 (visa, transportasi, asuransi, dll) juga disediakan.

Baca juga:

Kampus Asal dan Tujuan yang Ditetapkan

Skema beasiswa tidak berlaku untuk semua perguruan tinggi. Terdapat dua skema utama:

  • Skema Pertama: Mahasiswa asal Institut Teknologi Bandung (Manajemen, Kewirausahaan, Rekayasa Pertanian), Universitas Diponegoro (Perencanaan Wilayah dan Kota), Universitas Sebelas Maret (Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Industri), President University (Berbagai program Teknik dan Bisnis), serta Universitas Islam Kadiri (Manajemen, Akuntansi, Agroteknologi, Peternakan, Agribisnis). Tujuan magister adalah Master of Agricultural & Applied Economics‑Professional Option di University of Wisconsin‑Madison.
  • Skema Kedua: Mahasiswa asal President University (Administrasi Bisnis, Manajemen, Hubungan Internasional), Universitas Bina Nusantara (Manajemen, Hubungan Internasional, Keuangan, Bisnis Internasional), serta Universitas Indonesia (Ilmu Ekonomi, Ekonomi Islam, Bisnis Islam, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Sosiologi). Tujuan magister meliputi Master of Science in Foreign Service, Master of Arts in Security Studies, dan Master of Arts in Asian Studies di Georgetown University.

Jadwal Seleksi

Pendaftaran dibuka mulai 2 April hingga 30 April 2026 melalui portal resmi LPDP di https://lpdp.kemenkeu.go.id. Seleksi administrasi berlangsung 4‑7 Mei, dengan pengumuman hasil pada 12 Mei. Masa sanggah 13‑15 Mei, diikuti seleksi substansi 25 Mei‑5 Juni, dan hasil akhir diumumkan 8 Juni. Kuliah paling cepat dapat dimulai Juli 2026.

Baca juga:

Calon pelamar diharapkan menyiapkan personal statement yang menggambarkan kesadaran diri, proses pembelajaran, kesiapan akademik, serta komitmen kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi. Semua dokumen rekomendasi harus ditandatangani oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan.

Beasiswa Akselerasi Magister 2026 menjadi peluang strategis bagi mahasiswa berprestasi yang ingin menambah kompetensi internasional dan memperkuat jaringan akademik di luar negeri. Dengan dukungan penuh biaya pendidikan dan hidup, skema ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga profesional yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional setelah kembali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *