Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Sebuah debat sejarah yang hangat berlangsung di De Balie, Amsterdam, membahas 80 tahun revolusi Indonesia dengan tajuk “Tachtig Jaar na de Revolusi: Een Gedeeld Verhaal” pada Rabu (6/5) waktu setempat. Sejarawan sekaligus anggota DPR RI Bonnie Triyana dan peneliti Anne-Lot Hoek beradu pandangan mengenai dekolonisasi, kolaborasi, hingga trauma perang.
“Maaf Raja Belanda baru langkah bayi, bukan akhir” kata Bonnie Triyana dalam debat tersebut. Ia menekankan bahwa maaf Raja Belanda merupakan langkah awal dalam proses penyelesaian masalah sejarah antara Indonesia dan Belanda.
Debat ini membahas tentang pentingnya memahami sejarah dalam membangun hubungan antara dua negara. Bonnie Triyana juga menyoroti pentingnya mempelajari sejarah untuk memahami konteks yang lebih luas dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Peneliti Anne-Lot Hoek juga menambahkan bahwa dekolonisasi dan kolaborasi merupakan topik yang sangat penting dalam memahami sejarah Indonesia dan Belanda. Ia menekankan bahwa memahami sejarah dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik antara kedua negara.


Komentar