Media Pendidikan – 06 Juni 2026 | Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan oleh laporan mengenai maraknya fenomena nikah siri antara mahasiswi dan sugar daddy. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) menyatakan bahwa fenomena ini dapat dipengaruhi oleh gaya hidup atau tuntutan ekonomi.
KontraS menyoroti bahwa fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan sosial dan ekonomi yang dialami oleh mahasiswi. Banyak mahasiswi yang terpaksa menikah siri dengan sugar daddy karena tuntutan ekonomi, seperti biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswi yang mengalami kesulitan ekonomi dan tidak memiliki akses yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka,” kata salah satu anggota KontraS.
Data pendukung menunjukkan bahwa banyak mahasiswi yang mengalami kesulitan ekonomi dan tidak memiliki akses yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, KontraS menyerukan agar pemerintah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan masalah ini dan memberikan solusi yang efektif.


Komentar