Media Pendidikan – 03 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia dan Australia berencana untuk memperkuat investasi dan kerja sama ekonomi melalui implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas dan Investasi (IA-CEPA). Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, hubungan kedua negara memasuki momentum penguatan investasi.
Todotua menyampaikan hal tersebut dalam Indonesia-Australia Business Summit for Indonesia Updates 2026 di Sydney, Selasa, 3 Juni 2026. Ia menyebut, pemerintah juga terus memperbaiki iklim investasi melalui berbagai reformasi kebijakan.
‘Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh kerangka kerja sama IA-CEPA yang semakin matang. Pemerintah terus melakukan reformasi iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus,’ ujar Wamen Todotua.
Todotua juga mengajak investor Australia memperluas investasi di sektor hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi hijau. Langkah tersebut diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Kunjungan kerja Todotua berlangsung pada 29 hingga 30 Juni 2026 di Sydney. Agenda diawali dengan pertemuan bersama KADIN di Indonesia Investment Promotion Center Sydney.
Selanjutnya, Todotua bertemu Pure Battery Technologies untuk membahas investasi industri baterai nasional. Pembahasan meliputi pembangunan fasilitas precursor Cathode Active Material atau pCAM di Indonesia.
‘Indonesia sudah memiliki fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan dalam waktu dekat akan memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda,’ katanya.
Todotua menegaskan investasi Pure Battery Technologies menjadi bagian penting membangun ekosistem baterai nasional yang terintegrasi. Pertemuan juga membahas kesiapan lokasi serta percepatan realisasi proyek.


Komentar