Media Pendidikan – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEKRAF) bersama Dicoding Indonesia resmi membuka Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 dengan tema “Productivity with AI Bootcamp”. Acara peresmian yang digelar di Jakarta ini menandai peluncuran kurikulum baru yang dirancang untuk membekali talenta digital agar dapat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Kurikulum BDT 2026 menitikberatkan pada kemampuan mengidentifikasi proses kerja yang bersifat repetitif serta berpotensi diotomasi menggunakan teknologi AI. Dimas Catur Wibowo, perwakilan Dicoding Indonesia, menjelaskan bahwa program ini akan mengajarkan peserta cara mengoptimalkan AI untuk mengurangi beban kerja manual, terutama pada sektor industri kecil yang masih banyak mengandalkan prosedur tradisional.
“Peserta diharapkan memahami apa saja yang dapat diotomasi sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien,” ujar Dimas dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa pembelajaran mencakup tiga tahapan utama: kelas praktis kecerdasan buatan, pelatihan terapan, dan workshop intensif yang semuanya dirancang untuk memperkuat hard skill dan soft skill peserta.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi KemenEKRAF, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa kurikulum ini disesuaikan dengan perkembangan zaman. “Kami menggabungkan penguatan hard skill seperti pemrograman AI dengan soft skill seperti kolaborasi dan problem solving,” kata Neil. Ia juga melaporkan antusiasme tinggi masyarakat, dengan pendaftar mendekati kuota 2.200 peserta dalam waktu singkat sejak pendaftaran dibuka.
Sejak peluncuran pertama pada 2016, program BDT telah menjangkau lebih dari 40 ribu talenta digital, dan sekitar 15 ribu peserta berhasil memperoleh sertifikasi di bidang teknologi. Tahun ini, fokus utama adalah memperluas dampak AI di dunia kerja, sehingga perusahaan, terutama UMKM, dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Data resmi menunjukkan bahwa program ini akan dilaksanakan dalam tiga fase pembelajaran, masing‑masing berdurasi empat minggu, dengan total durasi 12 minggu. Setiap fase mencakup modul teoritis, studi kasus industri, serta proyek akhir yang menuntut peserta mengimplementasikan solusi AI pada skenario nyata.
Dengan dukungan KemenEKRAF dan Dicoding Indonesia, BDT 2026 diharapkan menjadi katalisator transformasi digital nasional. Program ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga mendorong inovasi berbasis AI yang dapat meningkatkan daya saing industri Indonesia di kancah global.


Komentar