Perguruan Tinggi
Beranda » Berita » Kecurangan SNBT di Undip: Peserta Tertangkap Pakai Alat Dengar, Dibawa ke THT dan Diserahkan ke Polsek

Kecurangan SNBT di Undip: Peserta Tertangkap Pakai Alat Dengar, Dibawa ke THT dan Diserahkan ke Polsek

Kecurangan SNBT di Undip: Peserta Tertangkap Pakai Alat Dengar, Dibawa ke THT dan Diserahkan ke Polsek
Kecurangan SNBT di Undip: Peserta Tertangkap Pakai Alat Dengar, Dibawa ke THT dan Diserahkan ke Polsek
Daftar Isi

Media Pendidikan – 22 April 2026 | Sejumlah peserta seleksi masuk perguruan tinggi di Universitas Diponegoro (Undip) terlibat kecurangan SNBT yang terungkap pada akhir pekan kemarin. Pelaku, yang menyematkan alat bantu dengar di telinga untuk mencuri jawaban, berhasil ditangkap oleh tim pengawas, kemudian dibawa ke unit THT (Telinga Hidung Tenggorok) untuk pemeriksaan medis sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek setempat.

Kronologi Kejadian

“Seperti ini kronologi peserta curang UTBK yang tanami telinga dengan alat dengar, akhirnya ketahuan dan dibawa ke Polsek,” ungkap penyidik dalam pernyataan resmi. Selanjutnya, peserta tersebut dibawa ke fasilitas THT di rumah sakit terdekat untuk memastikan keberadaan dan jenis alat yang dipakai. Pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa alat tersebut memang berfungsi sebagai penerima sinyal audio.

Baca juga:

Setelah proses medis selesai, peserta yang bersangkutan diserahkan ke Polsek untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini akan diproses sesuai dengan peraturan perundang‑undangan yang mengatur kecurangan dalam ujian masuk perguruan tinggi.

Undip menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas proses seleksi. Pihak universitas menyatakan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kecurangan, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Seluruh peserta SNBT di Undip dipantau secara ketat, dengan penggunaan perangkat keamanan tambahan seperti CCTV dan pemeriksaan barang bawaan.

Baca juga:

Kasus ini menambah daftar insiden kecurangan dalam SNBT yang terjadi di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia. Meskipun SNBT dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih adil bagi calon mahasiswa, tekanan tinggi dan persaingan ketat mendorong sebagian kecil peserta untuk mencari celah.

Para pakar pendidikan menilai bahwa upaya pencegahan harus melibatkan edukasi etika sejak dini serta peningkatan pengawasan selama pelaksanaan tes. Mereka juga menekankan pentingnya pengembangan sistem pengawasan yang lebih canggih, termasuk penggunaan teknologi deteksi sinyal.

Baca juga:

Hingga kini, proses hukum masih berjalan, dan belum ada kepastian mengenai sanksi yang akan dijatuhkan. Namun, pihak universitas telah menegaskan bahwa pelanggaran ini akan berakibat pada pembatalan hasil seleksi dan kemungkinan larangan masuk ke institusi pendidikan tinggi lain.

Kasus kecurangan SNBT di Undip menjadi pengingat bagi seluruh calon mahasiswa tentang pentingnya kejujuran dalam proses seleksi, serta menegaskan peran aktif institusi dan aparat penegak hukum dalam menindak tegas tindakan curang.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *