Media Pendidikan – 05 Juni 2026 | Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan menyatakan bahwa sistem peradilan militer di Indonesia telah gagal menjamin rasa keadilan bagi rakyat Indonesia. Kasus Andrie Yunus dan siswa SMP Medan menjadi contoh yang menunjukkan kegagalan sistem ini.
Pada tahun 2022, Andrie Yunus, seorang warga Medan, ditangkap oleh TNI karena dipercaya terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum. Namun, proses peradilan yang dilakukan oleh peradilan militer tidak adil dan transparan. Andrie Yunus tidak diberi kesempatan untuk mendengar kesaksian dari para saksi dan tidak diberi kesempatan untuk membela diri.
Hal ini membuat Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan menyatakan kekecewaan mereka terhadap sistem peradilan militer di Indonesia. Mereka berpendapat bahwa sistem ini tidak dapat menjamin rasa keadilan bagi rakyat Indonesia dan bahwa perlu dilakukan reformasi besar-besaran untuk meningkatkan keadilan dan kepastian hukum.
Dengan demikian, kasus Andrie Yunus dan siswa SMP Medan menjadi contoh yang menunjukkan kegagalan sistem peradilan militer di Indonesia. Mereka berharap bahwa pemerintah dapat melakukan reformasi besar-besaran untuk meningkatkan keadilan dan kepastian hukum bagi rakyat Indonesia.


Komentar