Media Pendidikan – 19 Juni 2026 | KAI Services membina sebanyak 150 personel pengamanan guna meningkatkan kesiapsiagaan petugas lapangan di wilayah Yogyakarta. Upaya pembinaan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan koordinasi operasional perjalanan kereta api di wilayah Yogyakarta.
Seluruh peserta pembinaan terdiri dari pengamanan Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kereta Commuter Indonesia (KCI). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Yogyakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
Perwakilan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta Toni Suistiyono turut hadir memberikan sambutan. Ia menekankan kesiapan personel pengamanan menjadi faktor penting menciptakan lingkungan kerja aman, tertib, dan kondusif.
“Harapannya, agar pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan profesionalisme para petugas security yang bertugas di wilayah Yogyakarta saat bertugas di stasiun maupun di dalam kereta Commuter Line,” ujar Toni.
Brigadir Polisi Satu (Briptu) Ali Imron bersama Brigadir Polisi Dua (Bripda) Dandi memandu kegiatan tersebut. Kedua instruktur tersebut memberikan pembekalan materi yang berfokus pada metode Pengendalian Massa atau Dalmas Awal.
Tahapan ini berguna untuk mencegah berkembangnya situasi di lapangan agar tidak menjadi tindakan anarkis. Seluruh peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai prosedur preventif untuk menghadapi potensi gangguan keamanan massal.
Vice President Corporate Secretary KAI Services Ixfan Hendri Wintoko menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini. Ia menyatakan pembinaan tersebut rutin digelar di seluruh regional kerja Pulau Jawa dan Sumatra.
“Dalam pembinaan Security di Wilayah Regional 6 Yogyakarta ini dilakukan berbagai kegiatan mulai dari praktik lapangan dalam penanganan pengendalian massa guna mencegah terjadinya tindakan anarkis saat bertugas di lapangan. Pembekalan ini penting agar para security KAI Services memiliki pemahaman mengenai prosedur, teknik, dan langkah-langkah preventif dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang melibatkan massa,” ujarnya.
Selain praktik lapangan, pembinaan ini juga dilakukan untuk mengecek pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) petugas. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap petugas pengamanan dapat menjalankan tugas mereka sesuai aturan.
Ixfan mengharapkan seluruh personel pengamanan dapat bertugas secara maksimal setelah mengikuti pembinaan berkala tersebut. Hal itu sangat penting demi mendukung keselamatan serta kelancaran operasional kereta api di Yogyakarta.


Komentar