Media Pendidikan – 06 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa selama libur panjang Paskah 2026, sebanyak 826.198 penumpang berhasil dilayani di seluruh jaringan kereta api nasional. Rata‑rata tingkat keterisian tempat duduk mencapai 113,58 % pada periode 2–5 April, menandakan permintaan yang melampaui kapasitas yang tersedia.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa lonjakan jumlah penumpang mencerminkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan jeda liburan untuk beragam kegiatan, mulai dari wisata kuliner hingga pulang ke kampung halaman untuk beribadah. “Suasana di stasiun dan di dalam kereta terasa sangat dinamis sekaligus menyenangkan,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin, 6 April 2026.
Data operasional menunjukkan bahwa layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA Jarak Jauh) mengangkut 691.736 penumpang, setara dengan 111,94 % dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Sementara itu, layanan kereta api lokal berhasil menjual 134.462 tiket, menghasilkan okupansi sebesar 122,79 % dari kuota 109.504 kursi.
Berikut rangkuman jumlah penumpang harian selama empat hari libur:
| Tanggal | Penumpang | Okupansi (%) |
|---|---|---|
| 2 April 2026 | 202.931 | 111,98 |
| 3 April 2026 | 203.878 | – |
| 4 April 2026 | 187.189 | – |
| 5 April 2026 | 232.200 | – |
Hari dengan volume penumpang tertinggi tercatat pada 5 April 2026, dengan 232.200 penumpang yang melintasi jaringan kereta. Kota‑kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta menjadi destinasi utama, sementara Bandung tetap populer sebagai tujuan wisata udara sejuk dan pusat perbelanjaan.
Rute Yogyakarta‑Gambir menempati posisi teratas dengan total penjualan tiket sebanyak 7.828, diikuti oleh rute sebaliknya, Gambir‑Yogyakarta, yang mencatat 7.529 penumpang. Popularitas rute ini mencerminkan daya tarik budaya dan kuliner Yogyakarta yang masih kuat di kalangan wisatawan domestik.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan publik dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Kami terus melakukan evaluasi menyeluruh agar kenyamanan penumpang tetap terjaga,” tegasnya.
Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode libur panjang, sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata domestik. Dengan tingkat okupansi yang melampaui 100 % pada sebagian besar layanan, KAI diperkirakan akan terus memperkuat jaringan dan menambah frekuensi kereta untuk mengantisipasi permintaan yang terus meningkat.
Ke depan, KAI berencana melakukan penyesuaian jadwal dan menambah armada pada rute‑rute yang paling diminati, khususnya antara Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kepadatan penumpang dan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi seluruh pengguna jasa kereta api di Indonesia.


Komentar